Konten dari Pengguna

Apa Makna Pembeli Adalah Raja dalam Dunia Bisnis?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@luzhkovsky - makna pembeli adalah raja
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@luzhkovsky - makna pembeli adalah raja

Istilah yang ada di judul artikel ini mungkin sudah tidak asing bagi Anda semua, tapi apakah Anda yakin sudah paham makna pembeli adalah raja tersebut?

Secara sederhana, makna pembeli adalah raja adalah pihak penjual harus bisa memberikan produk dan pelayanan terbaik kepada para pembeli. Tujuannya adalah agar pembeli tersebut puas dan kembali lagi untuk penjualan selanjutnya.

Makna Pembeli Adalah Raja

Dalam dunia bisnis penerapan makna pembeli adalah raja juga sudah dilakukan sejak waktu yang lama. Para pelaku bisnis secara tidak langsung dituntut untuk selalu bisa memberi produk dan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Pelayanan harus dilakukan dengan sikap yang ramah, selalu tersenyum, informatif, dan sabar menghadapi konsumen. Jika tidak dilayani dengan baik, konsumen akan meninggalkan produk atau jasa yang ditawarkan tersebut. Akibatnya, pihak pedagang/penjual selaku pegiat bisnis pun akan mengalami kerugian.

Makna pembeli adalah raja juga biasanya digunakan untuk mengingatkan pihak penjual akan hak konsumen dalam mendapatkan barang yang berkualitas sesuai dengan yang dijanjikan. Misalnya, hak untuk mendapatkan warna dan tekstur baju yang sesuai dengan yang ditawarkan penjual pada produk fashion.

Pelayanan terbaik memang merupakan hal yang paling penting dalam bisnis agar penjual dapat bersaing dengan para penjual lainya. Dengan kemampuan memberi pelayanan terbaik, maka pembeli akan kembali lagi ke toko tersebut. Sebaliknya, jika yang diperlihatkan atau diberikan adalah layanan buruk, tentunya pembeli akan memilih penjual lainnya.

https://unsplash.com/@vonshnauzer

Seiring perkembangan zaman, jargon dan makna pembeli adalah raja, sudah dinilai tidak cukup relevan lagi. Mengutip dari buku Marketing 4.0: From Products to Customers to the Human Spirit, Hermawan Kartajaya, ada disebutkan bahwa 'Konsumen adalah Kawan'.

Dengan menerapkan prinsip konsumen adalah kawan, maka derajat pedagang/penjual selaku pelaku bisnis dan pembeli sebagai pihak konsumen akan menjadi sama dan dalam level yang sebanding.

Jadinya, pelaku bisnis maupun konsumen memiliki hak dan kewajiban masing-masing di taraf yang sama, tidak ada yang menang atau kalah, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Satu hal yang ada adalah kebutuhan timbal balik yang seimbang dari kedua belah pihak. (DNR)