Apa Pengertian Zuhud dalam Ajaran Islam? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa pengertian zuhud dalam ajaran Islam? Zuhud dalam ajaran Islam merupakan tindakan meninggalkan persoalan duniawi dan lebih mengutamakan akhirat.
Pengertian tersebut muncul karena kata zuhud secara bahasa memiliki makna menjauhi, menghindari, atau meninggalkan. Zuhud dalam ajaran Islam pun bukan isapan jempol belaka, sebab ada banyak ayat Alquran yang menjelaskan tentang kehidupan akhirat.
Apa Pengertian Zuhud dalam Ajaran Islam?
Zuhur merupakan kata yang kerap muncul dalam pembelajaran agama Islam, baik itu di sekolah maupun majelis taklim. Lantas, apa pengertian zuhud dalam ajaran Islam?
Dikutip dari buku Be Smart Pendidikan Agama Islam untuk kelas VIII Sekolah Menengah Pertama, Yustiani (2008: 17), pengertian zuhud menurut bahasa adalah menjauhi, menghindari, meninggalkan, atau tidak menyukai.
Zuhud secara istilah memiliki makna sebagai pola hidup menjaga diri dari pengaruh harta atau masalah keduniawian. Seseorang yang menerapkan zuhud tidak terlalu menyibukan diri terhadap hal-hal yang bersifat materi.
Orang yang menerapkan zuhud umumnya lebih memfokuskan diri pada kehidupan akhirat. Pada ajaran Islam, akhirat adalah kehidupan yang nyata dan kekal.
Berdasarkan kondisi itu, pengertian zuhud adalah tindakan meninggalkan persoalan duniawi dan mengutamakan akhirat. Banyak pemeluk agama Islam dapat melakukan hal tersebut karena kehidupan akhirat banyak tercantum dalam ayat Alquran.
Contoh Ayat Alquran yang Menjelaskan Kehidupan Akhirat
Alquran adalah pedoman hidup bagi pemeluk agama Islam yang bersumber dari Allah Swt. Kehidupan akhirat pun telah tercantum dalam banyak ayat Alquran. Dua contohnya adalah Surat Al Ala ayat 16 – 17 dan Surat Al Ankabut ayat 64.
Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran.kemenag.go.id, berikut bacaan Surat Al Ala ayat 16 – 17 dan Surat Al Ankabut ayat 64.
1. Surat Al Ala Ayat 16 – 17
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ
Bal tu'ṡirūnal-ḥayātad-dun-yā.
Artinya: “Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia.”
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
Wal-ākhiratu khairuw wa abqā.
Artinya: “padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
2. Surat Al Ankabut Ayat 64
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Wa mā hāżihil-ḥayātud-dun-yā illā lahwuw wa la‘ib(un), wa innad-dāral-ākhirata lahiyal-ḥayawān(u), lau kānū ya‘lamūn(a).
Artinya: “Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya seandainya mereka mengetahui.”
Baca juga: Apa Hubungan antara Takdir Ikhtiar Doa dan Tawakal?
Jadi, apa pengertian zuhud dalam ajaran Islam? Zuhud adalah meninggalkan persoalan duniawi dan mengutamakan akhirat. Kebenaran hanya milik Allah Swt., sedangkan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Wallahu a’lam bishawab. (AA)
