Apa Perbedaan Erupsi dan Meletus?

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara yang memiliki gunung api aktif dengan jumlah yang banyak. Tentunya kalian tidak asing dengan istilah erupsi dan meletus kan? Menurut kalian, apa perbedaan erupsi dan meletus?
Simak jawaban serta proses dan variasi tipe letusan gunung api berikut ini.
Baca juga: Foto: Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Usai Erupsi
Perbedaan Erupsi dan Meletus Serta Proses Gunung Meletus
Dikutip dari kbbi.kemdikbud.go.id, meletus adalah pecah atau terbuka dengan tiba-tiba karena adanya tekanan atau dorongan yang sangat kuat sehingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras; meledak.
Sedangkan, arti kata erupsi adalah letusan gunung api. Jadi, sebenarnya erupsi atau meletus itu sama saja, hanya berbeda istilahnya. Bagaimana gunung api bisa meletus? Berikut ini proses terjadinya yang dikutip dari Mitigasi Bencana oleh Wekke (2021):
Terdapat endapan magma di perut Bumi. Magma adalah batuan cair yang berada diperut Bumi. Magma bisa terbentuk karena panasnya suhu dalam interior Bumi.
Terdapat gas bertekanan tinggi. Di dalam Bumi suhunya sangat tinggi sehingga bisa melelehkan batuan penyusun lapisan Bumi. Batuan yang meleleh tersebut akan menghasilkan gas yang akan bercampur dengan magma. Magma terbentuk di kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan Bumi.
Magma didorong gas yang bertekanan tinggi. Magma yang bercampur dengan gas akan terdorong ke permukaan Bumi karena memiliki massa yang lebih ringan daripada batuan padat di sekitarnya. Magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batuan berat di sekitarnya dan tekanan ini yang menyebabkan erupsi.
Tipe Erupsi Gunung Api
Gunung api dibagi menjadi beberapa tipe erupsi berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya, dan kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap. Berikut ini tipe dan penjelasan singkatnya:
Tipe Stromboli
Jenis letusan yang mempunyai interval waktu hampir sama di setiap letusannya sehingga letusan bisa terjadi setiap beberapa kali dalam interval waktu yang sama. Material yang keluar akibat letusan ini contohnya adalah abu vulkanik.
Tipe Hawai
Letusan yang terjadi pada gunung yang mengandung lava yang sangat cair dan bentuk gunung yang seperti perisai sehingga lava bisa mengalir ke segala arah. Skala erupsi tipe ini relatif kecil tetapi memiliki intensitas yang tinggi.
Tipe Merapi
Letusan pada gunung yang memiliki lava kental sehingga menyumbat mulut kawah. Hal ini mengakibatkan tekanan gas bertambah kuat dan sumbatan di mulut kawah akan pecah dan terangkat ke atas.
Sumbatan tersebut pada akhirnya akan terlempar keluar. Material-material ini akan turun ke lereng gunung menjadi gloedlawine. Tipe ini juga menghasilkan awan panas atau gloedwolk.
Tipe Vulkano
Tipe letusan yang mengeluarkan material-material seperti bongkahan batu besar (bom), abu vulkanik, lapili, dan lava.
Tipe Perret atau Plinian
Letusan gunung berapi yang disertai dengan ledakan yang sangat dahsyat dan bisa merusak lingkungan. Material yang dikeluarkan jangkauannya bisa sangat jauh. Karakteristik letusan ini adalah dikeluarkan gas yang sangat tinggi dan awan yang menyembur berbentuk seperti kembang kol.
Tipe Pelee
Letusan yang terjadi jika ada sumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya menyerupai jarum yang berakibat tekanan gas bertambah besar.
Tipe Saint Vincent
Tipe letusan yang terjadi pada gunung api yang memiliki danau kawah. Saat gunung tipe ini meletus, maka air danau kawah akan tumbuh bersama dengan lava.
Demikian penjelasan tentang perbedaan erupsi dan meletus serta proses dan tipe gunung meletus. (KRIS)
