Apa Perbedaan MRT dan LRT? 5 Hal yang Bisa Diperhatikan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa perbedaan MRT dan LRT? Meski sekilas terlihat serupa karena sama-sama berbasis rel dan beroperasi di jalur khusus, MRT dan LRT sebenarnya memiliki banyak perbedaan.
Mengetahui perbedaan MRT dan LRT penting karena dapat memengaruhi kenyamanan dan efisiensi perjalanan. Dengan begitu, masyarakat bisa memilih moda transportasi yang sesuai dengan tujuan, waktu tempuh, serta kondisi lalu lintas di tempat mereka.
Apa Perbedaan MRT dan LRT yang Menarik untuk Diketahui
Bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, MRT dan LRT tentunya bukan hal yang asing lagi. Keduanya adalah moda transportasi umum yang populer dan banyak digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
Berdasarkan buku Governing Urban Indonesia, (2024), dijelaskan bahwa Jakarta adalah kota besar yang memiliki berbagai macam moda transportasi modern, termasuk MRT dan LRT.
Meskipun terlihat mirip, MRT dan LRT memiliki beberapa perbedaan. Apa perbedaan MRT dan LRT? Berikut adalah penjelasannya.
1. Kapasitas dan Ukuran Kereta
MRT memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan LRT. Kereta MRT biasanya lebih panjang, dengan jumlah gerbong lebih banyak dan mampu mengangkut ribuan penumpang per perjalanan. Sementara LRT dirancang untuk kapasitas sedang, biasanya dengan 2-4 gerbong saja dan muatan penumpang yang lebih terbatas.
2. Kecepatan dan Jarak Tempuh
MRT beroperasi dengan kecepatan yang lebih tinggi dan mencakup rute yang lebih panjang. Sistem MRT dibuat untuk melayani jalur utama di kota besar dan menjadi tulang punggung transportasi massal. Sedangkan LRT dirancang untuk perjalanan dalam kota atau antarwilayah tertentu dengan kecepatan dan jangkauan yang lebih pendek.
3. Jalur dan Lintasan
MRT biasanya dibangun secara bawah tanah (subway), elevated (layang), atau kombinasi keduanya, dan memiliki jalur khusus tanpa perlintasan dengan kendaraan lain. LRT beroperasi di atas permukaan tanah, bahkan bisa memiliki perlintasan sebidang dengan kendaraan lain di beberapa sistem.
4. Sumber Daya Listrik
MRT menggunakan sistem Listrik Aliran Atas (LAA), yaitu arus listrik yang disalurkan melalui kabel di atas rel kereta. Sementara LRT lebih banyak menggunakan sistem Listrik Aliran Bawah (LAB), yang artinya aliran listrik berasal dari rel atau jalur di bawah kereta. Perbedaan ini berkaitan dengan desain dan sistem kelistrikan masing-masing moda.
5. Cakupan dan Peran dalam Transportasi
MRT biasanya menjadi sistem utama untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar dan menjangkau area penting di kota besar. LRT berfungsi sebagai pelengkap, menghubungkan wilayah-wilayah penyangga atau daerah yang tidak dijangkau MRT.
Baca Juga: Jadwal MRT 2025 dan Tarifnya bagi Penumpang
Memahami apa perbedaan MRT dan LRT serta karakteristiknya berguna bagi masyarakat yang ingin ikut mendukung pengembangan transportasi publik. Tentunya transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (DNR)
