Konten dari Pengguna

Apa Saja Faktor Kegagalan Sistem Ekonomi Terpimpin? Ini Jawabannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Saja Faktor Kegagalan Sistem Ekonomi Terpimpin, Foto: Unsplash/Thai Liang Lim.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Saja Faktor Kegagalan Sistem Ekonomi Terpimpin, Foto: Unsplash/Thai Liang Lim.

Sistem ekonomi terpimpin adalah penguasaan atau sekurang-kurangnya pengawasan terhadap alat-alat produksi serta distribusi vital bagi perekonomian. Namun pelaksanaannya tidak berjalan dengan lancar. Apa saja faktor kegagalan sistem ekonomi terpimpin?

Meski sistem ekonomi terpimpin dilaksanakan dalam bentuk program pembangunan nasional semesta berencana, kenyataannya tidak berjalan dengan lancar. Sistem ekonomi terpimpin sendiri dilaksanakan pada periode pemerintahan presidensial.

Apa Saja Faktor Kegagalan Sistem Ekonomi Terpimpin?

Ilustrasi Apa Saja Faktor Kegagalan Sistem Ekonomi Terpimpin, Foto: Unsplash/kittimages.

Dikutip dari buku Sejarah SMA Kelas XII karya Mariana, M.Pd. (2020: 19), ekonomi terpimpin adalah sebuah pendekatan ekonomi di mana pemerintah memiliki peran yang sangat besar dalam mengatur dan mengendalikan sebagian besar aktivitas ekonomi.

Dalam model ini, pemerintah biasanya mengambil langkah-langkah untuk mengarahkan pembangunan ekonomi, termasuk alokasi sumber daya, investasi, produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Namun, ekonomi terpimpin hanya dilaksanakan pada tahun 1959 hingga 1966 saja. Apa saja faktor kegagalan sistem ekonomi terpimpin? Ini jawabannya.

1. Kegagalan Penanggulangan Ekonomi

Pemerintah mungkin gagal dalam mengelola sistem keuangan dengan baik, mengakibatkan krisis keuangan seperti krisis perbankan atau krisis mata uang. Kegagalan pemerintah masa Demokrasi Terpimpin dalam mengatasi masalah ekonomi disebabkan karena:

  • Masalah ekonomi tidak diatasi

  • Politik dikedepankan tanpa memperhatikan ekonomi

  • Peraturan yang dikeluarkan pemerintah sering bertentangan antara satu peraturan dengan peraturan lainnya

  • Tidak ada ukuran obyektif untuk menilai suatu usaha atau hasil dari suatu usaha

  • Terjadinya berbagai bentuk penyelewengan dan salah urus

  • Kebangkrutan tidak dapat dikendalikan.

2. Devaluasi atau Penurunan Nilai Uang

Jika tingkat inflasi suatu negara lebih tinggi daripada di negara lain, maka nilai mata uangnya cenderung turun relatif terhadap mata uang negara-negara lain yang mengalami inflasi yang lebih rendah.

Selain itu, jika ekonomi suatu negara sedang mengalami ketidakstabilan atau perlambatan pertumbuhan, mata uangnya cenderung melemah karena kurangnya kepercayaan investor dan kurangnya permintaan atas aset denominated dalam mata uang tersebut.

Pada 25 Agustus 1959, pemerintah Indonesia mengumumkan devaluasi, yaitu sebagai berikut:

  • Uang kertas pecahan bernilai Rp500 menjadi Rp50

  • Uang kertas pecahan bernilai Rp1.000 menjadi Rp100

  • Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp25.000

Baca Juga: Kelebihan dari Sistem Pemerintahan Presidensial

Demikian pembahasan soal “Apa saja faktor kegagalan sistem ekonomi terpimpin?”. Salah satu faktornya adalah adanya kegagalan dalam penanggulangan ekonomi dan adanya inflasi. (Umi)