Konten dari Pengguna

Apa Semua Kebutuhan Langsung Kita Dapatkan? Tidak, Ini Alasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Semua Kebutuhan Langsung Kita Dapatkan. Sumber: Unsplash/Sander Dalhuisen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Semua Kebutuhan Langsung Kita Dapatkan. Sumber: Unsplash/Sander Dalhuisen

Setiap manusia mempunyai kebutuhan hidup yang berbeda. Beberapa contoh adalah ada yang butuh makan, ada yang butuh pendidikan, ada yang butuh perawatan, dan lain-lain. Lantas, apa semua kebutuhan langsung kita dapatkan?

Jika pertanyaannya “semua”, jawabannya adalah tidak. Manusia tidak dapat memperoleh semua kebutuhan secara langsung karena ada banyak faktor yang memengaruhinya. Salah satu contoh, yaitu keterbatasan sumber daya yang tersedia.

Apa Semua Kebutuhan Langsung Kita Dapatkan?

Ilustrasi Apa Semua Kebutuhan Langsung Kita Dapatkan. Sumber: Unsplash/Szabo Viktor

Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai banyak ragam kebutuhan. Secara umum, manusia membutuhkan pangan, sandang, dan papan. Namun, kebutuhan antara manusia dengan manusia lain bahkan dirinya sendiri dapat berbeda sesuai dengan kondisi tertentu.

Lantas, apa semua kebutuhan langsung kita dapatkan? Jawaban singkat dari pertanyaan tersebut adalah tidak. Manusia tidak dapat memperoleh seluruh kebutuhannya. Hal itu terjadi karena banyak faktor, berikut macam-macamnya.

1. Keterbatasan Sumber Daya

Salah satu faktor yang membuat manusia tidak dapat memperoleh semua kebutuhannya secara langsung adalah keterbatasan sumber daya. Kenyataan membuktikan bahwa sumber daya memang terbatas, tetapi kebutuhan manusia tidak terbatas.

Kondisi tersebut menimbulkan kelangkaan. Dikutip dari buku IPS 2A SMP/MTs Kelas VIII, Kurnia (2007: 138), kelangkaan sumber daya adalah keadaan yang menunjukkan barang atau jasa yang dibutuhkan tidak tersedia, jumlahnya sedikit dari yang dibutuhkan, atau cukup sukar untuk mendapatkannya.

2. Keberadaan Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi mencakup tiga aspek, yakni produksi, distribusi, dan konsumsi. Keberadaan kegiatan tersebut turut membuat manusia tidak dapat memperoleh semua kebutuhannya secara langsung.

Contoh sederhana adalah manusia perlu menunggu proses produksi (panen) dan distribusi untuk mendapatkan beras. Jika proses tersebut telah selesai, manusia baru bisa membeli dan memasak beras agar dapat mengonsumsinya.

3. Perbedaan Intensitas Kegunaan

Jika bisa, setiap manusia tentu ingin memenuhi seluruh kebutuhannya dalam waktu yang bersamaan. Namun, hal itu cukup mustahil karena “seluruh” memiliki banyak makna dan merujuk pada kuantitas dan jenis yang tidak terbatas.

Kondisi aktual kehidupan manusia menunjukkan bahwa kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik jika melihat intensitas kegunaan. Dikutip dari buku Blak-blakan bahas Mapel Ekonomi SMA, Rosardi, dkk. (2012: 2 – 3), berikut macam-macam kebutuhan berdasarkan intensitas kegunaan.

  • Kebutuhan primer, yakni kebutuhan yang jika tidak terpenuhi dapat mengganggu kelangsungan hidup manusia. Contoh kebutuhan primer adalah makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan.

  • Kebutuhan sekunder, yakni kebutuhan yang sangat penting. Namun, jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup. Contoh kebutuhan sekunder adalah radio, meja, televisi, dan ponsel.

  • Kebutuhan tersier, yakni kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan tersier cenderung memiliki tujuan untuk menunjukkan status sosial seseorang. Contoh kebutuhan tersier adalah mobil mewah serta kapal pesiar.

Baca juga: Apa Hal yang Menentukan bahwa Kebutuhannya Itu Utama atau Tidak? Ini Jawabannya

Demikian menjadi jelas bahwa jawaban dari apa semua kebutuhan langsung kita dapatkan adalah tidak. Ketidakmungkinan itu dapat terjadi karena adanya keterbatasan sumber daya, kegiatan ekonomi, serta perbedaan intensitas kegunaan. (AA)