Konten dari Pengguna

Apa Syarat Terjadinya Pertukaran Barang Kebutuhan, Kelebihan, dan Kekurangan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Syarat Terjadinya Pertukaran Barang Kebutuhan. Sumber: Pexels/Jeferson Santos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Syarat Terjadinya Pertukaran Barang Kebutuhan. Sumber: Pexels/Jeferson Santos

Sebelum ada mata uang seperti saat ini, masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dengan bertukar barang. Masyarakat melakukan transaksi dengan menukar barang yang dimiliki dengan barang yang dibutuhkan. Apa syarat terjadinya pertukaran barang kebutuhan?

Bertukar barang atau barter tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Misalnya menukar dengan nilai barang yang sama.

Ketahui Apa Syarat Terjadinya Pertukaran Barang Kebutuhan

Ilustrasi Apa Syarat Terjadinya Pertukaran Barang Kebutuhan. Sumber: Pexels/Omotayo Tajudeen

Dikutip dari buku Manajemen Keuangan Internasional, Sa’diyah dan Widagdo (2022), barter adalah pertukaran barang secara langsung antara dua pihak. Pertukaran barang atau barter banyak sekali dilakukan pada zaman dahulu. Terutama saat belum ada mata uang.

Saat ini masih ada beberapa orang yang melakukan barter. Untuk dapat melakukan pertukaran barang tersebut, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Apa syarat terjadinya pertukaran barang kebutuhan? Adapun syaratnya sebagai berikut.

1. Terdapat Orang yang Diajak untuk Bertukar Barang

Syarat pertukaran barang atau barter yang pertama adalah ada orang yang dapat diajak untuk bertukar barang. Tanpa adanya orang lain, maka transaksi barter tidak dapat dilakukan.

2. Adanya Rasa Saling Membutuhkan

Syarat yang kedua adalah rasa saling membutuhkan. Jika orang yang melakukan barter tidak membutuhkan barang yang ditawarkan, maka pertukaran barang akan sulit untuk dilakukan.

3. Nilai Barang yang Ditukar Sama

Jika ingin melakukan barter, maka nilai barang yang ditukar harus sama. Misalnya satu liter beras setara dengan 2 potong daging.

Kelebihan dan Kekurangan Syarat Terjadinya Pertukaran Barang atau Barter

Ilustrasi Apa Syarat Terjadinya Pertukaran Barang Kebutuhan. Sumber: Pexels/Aadil

Sistem pertukaran barang atau barter memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan Barter

Adapun kelebihan barter sebagai berikut.

  1. Membangun Koneksi

    Pertukaran barang tidak melibatkan alat pembayaran yang jelas. Maka dari itu, biasanya barter dilakukan jika telah mempercayai satu sama lain. Oleh sebab itu, sistem barter dapat mempererat rasa percaya satu sama lain dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.

  2. Meminimalisasi Pemborosan

    Kelebihan sistem pertukaran barang atau barter adalah dapat meminimalisasi pemborosan. Barter tidak memiliki alat pembayaran yang sah. Maka dari itu orang yang melakukan barter harus menyatakan persetujuan untuk menukar barang. Proses tersebut memakan waktu lama, sehingga dapat membuat orang lebih hemat.

Kekurangan Barter

Ada beberapa kekurangan sistem barter. Berikut kekurangannya.

  1. Sulit untuk Menentukan Kadar Nilai Barang

    Kekurangan barter yang pertama adalah sulit untuk menentukan kadar nilai barang. Hal itu karena barang atau komoditas yang ditukar memiliki jenis yang berbeda.

  2. Sulit untuk Menyimpan Barang

    Kekurangan selanjutnya adalah sulit untuk menyimpan barang. Seseorang harus menemukan orang lain untuk melakukan barter. Jika tidak menemukan orang untuk barter, maka barang yang dimiliki harus disimpan. Barang yang disimpan terlalu lama pasti kualitasnya akan semakin menurun. Terutama barang-barang yang dapat dimakan.

Baca juga: Sejarah Sejak Kapan Uang Dijadikan sebagai Alat Tukar

Apa syarat terjadinya pertukaran barang kebutuhan? Syarat yang harus dipenuhi adalah terdapat orang untuk melakukan barter, nilai barang yang akan ditukar sama, dan adanya rasa saling membutuhkan. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. (FAR)