Apakah Ada Batasan Dari Gerakan yang Bisa Dilakukan Tubuh? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah ada batasan dari gerakan yang bisa dilakukan tubuh kalian mengapa? Itu adalah pertanyaan dasar ketika siswa mempelajari sistem gerak dalam tubuh manusia.
Sistem gerak telah diajarkan sejak pendidikan dasar. Namun, penjelasannya masih seputar pada fungsi dari setiap anggota gerak. Umumnya, para pengajar akan menjelaskan dengan contoh-contoh yang dapat dipahami oleh siswa.
Apakah Ada Batasan dari Gerakan yang Bisa Dilakukan Tubuh Kalian Mengapa? Ini Ulasannya
Apakah ada batasan dari gerakan yang bisa dilakukan tubuh kalian mengapa? Ya, tubuh manusia memang memiliki batasan dalam melakukan berbagai gerakan. Batasan ini timbul karena berbagai faktor, seperti struktur tulang dan sendi, ketahanan otot, serta sistem saraf yang mengatur gerakan.
Menurut buku Anatomi dan Fisiologi Manusia Dasar dan Pendekatan Multidisiplin, Idris Handriana, S.Kep., dkk., (2023:47), sistem gerak manusia yang juga dikenal sebagai sistem musculoskeletal merupakan mekanisme yang memungkinkan tubuh manusia bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sistem gerak ini mencakup semua elemen yang membentuk kerangka dan tubuh manusia, meliputi tulang, tulang rawan, ligamen, jaringan ikat, jaringan lunak, otot, dan tendon. Sistem gerak berperan dalam menopang berat badan, membentuk postur, melindungi organ internal, dan berfungsi sebagai alat untuk bergerak.
Tubuh manusia memiliki sistem musculoskeletal yang sangat kompleks. Sistem ini mendukung berbagai aktivitas sehari-hari manusia, seperti berjalan, duduk, berdiri, berlari, dan banyak gerakan lainnya.
Adapun kerangka memberikan bentuk tubuh dan membangun kemampuan manusia untuk berdiri dengan tegak. Selain itu, kerangka juga melindungi bagian tubuh yang bersifat lunak. Sebagai elemen gerak, kerangka menjadi tempat bagi otot untuk melekat.
Otot ini yang mendorong kerangka untuk melakukan gerakan, seperti membungkuk, berlari, melompat, bahkan menari. Kerangka manusia terdiri dari 206 tulang yang dihubungkan oleh sendi.
Sendi terletak di ujung setiap tulang yang bertemu tulang lain. Sendi berfungsi seperti penghubung pada pintu atau jendela yang memfasilitasi pergerakan sesuai dengan tipe sendi yang mengaitkan tulang-tulang tersebut.
Tanpa keberadaan sendi, tubuh manusia akan menjadi kaku dan bahkan tidak bisa bergerak. Jika gerakan tubuh terhambat, maka berbagai aktivitas manusia akan terganggu.
Meskipun terdapat batasan, manusia juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi serta dapat memperluas rentang geraknya melalui latihan dan pengembangan, seperti yang dilakukan oleh atlet yang mampu melakukan gerakan ekstrem.
Baca juga: 6 Perbedaan Pernapasan Dada dan Perut pada Manusia
Apabila menemui pertanyaan "apakah ada batasan dari gerakan yang bisa dilakukan tubuh kalian mengapa". Maka tidak perlu bingung, tubuh manusia mempunyai batasan dalam melakukan gerakan. (Adm)
