Konten dari Pengguna

Apakah Burung Garuda itu Ada? Ini Fakta dan Sejarahnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Burung Garuda itu Ada. Foto ilustrasi. Sumber dari Unsplash-Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Burung Garuda itu Ada. Foto ilustrasi. Sumber dari Unsplash-Mufid Majnun

Apakah Burung Garuda itu ada? Hal ini menjadi pertanyaan yang kerap muncul ketika membicarakan simbol negara Indonesia. Sosok garuda dikenal sebagai lambang kekuatan sekaligus penjaga kebenaran dalam berbagai cerita kuno.

Dalam budaya Nusantara, wujud garuda bahkan hadir di relief candi hingga naskah sastra klasik. Rasa penasaran pun terus hidup, apakah garuda hanya sebatas mitos atau memiliki dasar nyata dalam dunia fauna.

Apakah Burung Garuda itu Ada? Ketahui Fakta dan Sejarahnya di Sini

Apakah Burung Garuda itu Ada. Foto ilustrasi. Sumber dari Unsplash-Lighten

Dikutip dari buku Super Sukses AKM Kelas SD/MI Kelas III, Dian Ratri (2021), Burung Garuda merupakan lambang negara Indonesia. Jumlah bulu pada setiap sayap adalah 17. Jumlah bulu pada ekor ada 8.

Jumlah bulu di bawah perisai atau pangkal ekor 19. Jumlah bulu pada leher 45. Burung Garuda mencengkram semboyan Negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Ada sebuah pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat, yaitu Apa Burung Garuda itu ada? Burung Garuda tidak ada di dunia nyata.

Burung ini termasuk dalam hewan mitologi dalam agama Hindu. Berikut fakta dan sejarah tentang Burung Garuda.

1. Sejarah

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, lambang negara ternyata belum langsung dimiliki hingga empat tahun kemudian. Pada 1949, Presiden Soekarno menugaskan Sultan Hamid II yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara untuk merancang lambang resmi.

Panitia khusus pun dibentuk dengan ketua Moh Yamin serta anggota Ki Hajar Dewantara, Mohammad Nasir, MA Pellaupessy, dan Poerbatjaraka. Dari beberapa rancangan yang diajukan, desain Sultan Hamid II akhirnya dipilih setelah melalui berbagai revisi.

Termasuk masukan dari Ki Hajar Dewantara dan tambahan pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika oleh Soekarno. Lambang negara ini resmi ditetapkan pada 11 Februari 1950 sebagai Garuda Pancasila.

2. Fakta

Burung ini termasuk dalam hewan mitologi dalam agama Hindu yang bernama Garudeya. Garudeya adalah makhluk mitologi dalam ajaran Hindu yang digambarkan sebagai kendaraan Dewa Wisnu, sang pemelihara alam semesta.

Wujudnya digambarkan memiliki kepala, sayap, dan paruh seperti burung elang, tetapi tubuh, tangan, dan kakinya menyerupai manusia. Fragmen Garudeya ini dipercaya sebagai bagian dari kisah Burung Garuda yang kemudian menginspirasi lahirnya lambang negara Indonesia.

Salah satu potongannya kini dapat dilihat di Museum Wajakensis Tulungagung, berupa batu berukir yang awalnya ditemukan di Candi Penampihan, Kecamatan Sendang, Tulungagung. Fragmen Garudeya dianggap peninggalan bersejarah yang langka.

Fragemen ini hanya ditemukan di dua tempat, yaitu Tulungagung dan Candi Kidal di Malang. Di Candi Kidal, wujud Garudeya hadir dalam bentuk relief.

Relief ini bagian dari tradisi mitos masyarakat Jawa Kuno yang dipengaruhi ajaran Hindu. Relief itu juga diperkirakan sebagai pesan Raja Anusapati yang ingin meruwat ibunya, Ken Dedes, sebagai bentuk bakti dan penghormatan.

Baca juga: Apa Itu Sekolah Unggulan Garuda? Ini Penjelasannya

Apakah Burung Garuda itu ada? Garuda bukan sekadar lambang negara, tetapi juga simbol kekuatan dan persatuan bangsa. Sosoknya yang terinspirasi dari mitologi terus mengingatkan pentingnya nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. (Gin)