Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.1
Konten dari Pengguna
Apakah Lampu Bisa Menghangatkan Ruangan? Ini Jawabannya
23 April 2025 17:37 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Apakah lampu bisa menghangatkan ruangan? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh mereka yang ingin mengatur suhu ruangannya menjadi lebih hangat dan nyaman.
ADVERTISEMENT
Lampu merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai sumber pencahayaan, beberapa jenis lampu juga menjadi objek panas yang dapat meningkatkan suhu ruangan.
Apakah Lampu Bisa Menghangatkan Ruangan? Pahami Penjelasannya
Jawaban untuk pertanyaan apakah lampu bisa menghangatkan ruangan terdapat dalam buku Ruang Artistik dengan Pencahayaan, Saptono Istiawan (2006:16). Dijelaskan dalam buku tersebut, jenis lampu yang dapat menghangatkan ruangan adalah golongan lampu pijar.
Golongan lampu pijar (incandescence/bulb/bohlam) merupakan yang paling dahulu diciptakan daripada jenis lampu lainnya. Lampu ini dinamakan lampu pijar karena memiliki prinsip pemijaran, yaitu cahaya timbul karena adanya panas.
Kawat filamen tungsten yang terdapat dalam tabung gelas akan mengalami panas setelah dialiri arus listrik, dan kemudian akhirnya menimbulkan cahaya. Meskipun demikian, efisiensi dari lampu pijar sangat kecil.
ADVERTISEMENT
Energi yang dihasilkan untuk cahaya hanya sebesar 10% dan sisanya dilepas sebagai panas. Oleh karena itu, efek panas lampu pijar lebih besar dibandingkan lampu neon.
Jenis-Jenis Lampu Pijar yang Menarik Disimak
Lampu pijar memiliki berbagai macam jenis yang dapat digunakan dalam ruangan. Jenis-jenis lampu pijar adalah sebagai berikut.
1. Bohlam Bening
Tabung gelas pada lampu jenis ini tidak berlapis, sehingga dapat menghasilkan cahaya lebih tajam dibanding jenis lampu bohlam lainnya.
2. Lampu Argenta
Kelebihan dari lampu argenta adalah distribusi cahaya yang merata, lembut, dan tidak menyilaukan. Hal ini karena bagian dalam lampu dilapisi serbuk tembus cahaya.
3. Lampu Superlux
Lampu superlux menghasilkan cahaya dengan sebagian besar distribusi ke arah bawah. Hal itu dikarenakan lampu superlux merupakan perpaduan lampu argenta dengan lampu bohlam bening.
ADVERTISEMENT
Tiga perempat dari lampu dilapisi serbuk tembus cahaya. Sedangkan pada bagian ujung bawahnya dibuat bening.
4. Bohlam Buram
Tabung pada lampu ini dibuat buram untuk mengurangi silau. Cahaya yang dihasilkan berada antara cahaya pada bohlam bening dan lampu argenta.
5. Bohlam Lilin
Lampu bohlam lilin biasanya digunakan pada lampu dekorasi kristal atau penerangan ruang tamu karena penampilannya yang menarik.
6. Lampu Luster
Lampu luster memiliki daya (watt) rendah dan biasa dipakai untuk dekorasi karena warnanya bermacam-macam dan berbentuk bulat.
7. Lampu Halogen
Prinsip kerja lampu halogen hampir sama dengan lampu pijar. Cahayanya dihasilkan melalui pemijaran filamen dalam tabung gelas yang juga berisi beberapa jenis halogen, seperti iodium.
Apakah lampu bisa menghangatkan ruangan? Ya, jenis lampu pijar menghasilkan panas berlebih yang dapat meningkatkan suhu ruangan.(DK)
ADVERTISEMENT