Apakah Lawan Kata Orisinal dalam Bahasa Indonesia? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa lawan kata orisinal dalam bahasa Indonesia? Mencari lawan dari suatu kata terkadang menjadi “PR” meskipun kita pernah mendengar kata tersebut sebelumnya.
Tak perlu khawatir, artikel ini akan menjelaskan secara rinci mengenai lawan kata orisinal. Jadi, mari membaca hingga tuntas untuk mendapatkan informasi yang lengkap.
Lawan Kata Orisinal dalam Bahasa Indonesia
Lawan kata merupakan suatu kata yang memiliki makna bertentangan dengan kata lain. Nama lain dari lawan kata adalah antonim.
Kata yang memiliki antonim tidak selalu mutlak berlawanan. Hal ini sama dengan kata yang bersinonim. Contohnya adalah menurut Verhaar dalam Tukan (2007: 69) pada buku berjudul Mahir Berbahasa Indonesia 1 Sekolah Menengah Atas Kelas X, kata putih tidak mutlak berlawanan dengan kata hitam, sebab putih dapat berlawanan dengan kuning, merah dan sebagainya.
Baca juga: Arti, Persamaan, dan Lawan Kata Orator dalam Bahasa Indonesia
Verhaar menggantikan kata antonim (lawan kata) dengan kata “oposisi”, sehingga dapat mencakup pengertian yang betul-betul berlawanan sampai yang hanya bersifat kebalikan seperti kata putih. Berdasarkan sifatnya, oposisi dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
Oposisi mutlak. Oposisi secara mutlak hanya terdapat pada dua kata, seperti hidup lawan katanya mati. Sesuatu yang hidup tentu tidak dan belum mati, begitupun sebaliknya. Sesuatu yang mati berarti sudah tidak hidup lagi. Dapat diketahui ciri dari oposisi mutlak adalah penyangkalan antara kata yang satu dengan yang lainnya.
Oposisi kutub atau gradual, yaitu oposisi yang pertentangannya tidak bersifat mutlak melainkan gradasi. Contohnya, panjang-pendek, jauh-dekat dan lain sebagainya.
Oposisi hubungan atau relasional, yaitu oposisi antara dua kata yang mengandung relasi kebalikan. Contohnya, maju-mundur, pergi-pulang, bisa juga kata benda seperti ayah-ibu, guru-murid.
Oposisi majemuk, yaitu oposisi yang mencangkup suatu perangkat yang terdiri dari dua kata atau lebih. Misalnya, berdiri, duduk, berbaring, tiarap dan jongkok.
Oposisi hierarkial merupakan oposisi yang sebenarnya mirip dengan oposisi majemuk tetapi terdapat suatu kriteria tambahan tingkatan. Misalnya, millimeter x kilometer, dan januari x februari.
Orisinal merupakan kata sifat. Kata orisinal memiliki arti yang bermakna asli atau tulen. Kata orisinal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki persamaan kata lain yaitu otentik, sah, sejati dan bersih.
Kata orisinal atau original berbeda dengan pengertian kata “asli” itu sendiri. Menurut Edy Santoso (2018: 67) dalam buku yang berjudul Pengaruh Era Globalisasi terhadap Hukum Bisnis di Indonesia, pengertian asli adalah murni, bukan merupakan hasil karya dari penciptanya. Berbeda dengan pengertian asli sebagai murni, orisinal merupakan produk perbanyakan dari yang asli dan sah secara hukum karena diperbanyak melalui izin dari yang menciptakan.
Berikut adalah lawan kata orisinal yang terdapat dalam bahasa Indonesia.
Plagiat atau peniru
Palsu
Tiruan
Imitasi
Asing
Salah
Kotor
Demikian ulasan tentang lawan kata orisinal yang dapat dipahami. Sampai jumpa dengan ulasan tentang lawan kata lainnya. (AA)
