Apakah Topan Ragasa Sampai ke Indonesia? Ini Penjelasan beserta Dampaknya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Topan Ragasa sampai ke Indonesia? Pertanyaan ini muncul setelah badai besar tersebut melanda beberapa negara Asia dan menimbulkan kerusakan parah.
Kecepatan angin yang mencapai ratusan kilometer per jam membuat Ragasa disebut sebagai salah satu topan terkuat tahun ini. Kondisi ini tentu menimbulkan rasa khawatir, terutama mengenai dampak yang mungkin dirasakan di wilayah Indonesia.
Apakah Topan Ragasa Sampai ke Indonesia? Cari Tahu Penjelasannya di Sini
Topan Ragasa yang melanda Filipina, Tiongkok, hingga wilayah sekitarnya menimbulkan kerusakan besar dan menelan banyak korban jiwa. Badai ini tercatat sebagai super typhoon yang terbentuk di barat Samudra Pasifik sejak pertengahan September.
Apakah Topan Ragasa sampai ke Indonesia? Topan Ragasa tidak akan masuk ke wilayah Indonesia. Dikutip dari Instagram Resmi @infobmkg, Siklon Tropis Ragasa saat ini terpantau di Laut Cina Selatan, tepatnya di barat laut Pulau Luzon.
Kecepatan angin maksimumnya sekitar 195 km per jam dengan tekanan udara minimum 915 hPa. Dalam 24 jam ke depan, kekuatan Ragasa diprediksi menurun menjadi kategori 3 dan bergerak ke arah barat-barat laut, menjauhi wilayah Indonesia.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92W terlihat di Samudra Pasifik Barat, di sebelah timur laut Papua. Kecepatan anginnya sekitar 37 km per jam dengan tekanan udara minimum 1007 hPa. Dalam 1 hingga 3 hari mendatang, peluang sistem ini berkembang menjadi siklon tropis diperkirakan semakin besar.
Meski begitu, dampak tidak langsung tetap terasa, terutama berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah hingga 29 September 2025. Siklon Tropis Ragasa memiliki kecepatan angin maksimum 110 knot dengan tekanan 905 hPa.
Bersama bibit Siklon 92W, sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memicu hujan di Kalimantan, Maluku Utara, dan Papua. Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Bualoi di Laut Filipina, yang diperkirakan bergerak ke arah Taiwan atau Jepang sehingga tidak masuk ke Indonesia.
Namun, pengaruh cuacanya masih mungkin terasa di wilayah utara, seperti Sulawesi dan Maluku Utara. Dampak Ragasa di Tiongkok cukup besar, dengan 1.900.000 juta orang dievakuasi dari Provinsi Guangdong.
Di Taiwan, badai ini menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dan lebih dari seratus orang hilang. Hong Kong juga mengalami situasi darurat dengan pembatalan ratusan penerbangan, dan penutupan sekolah.
Selain itu, Hong Kong juga mengalami banjir yang merendam hotel mewah di kawasan pesisir. Sementara itu, di Filipina utara, terdapat dua korban jiwa akibat hantaman badai terkuat tahun ini.
Baca juga: Apa Itu Topan Ragasa? Topan yang Menggemparkan Pemberitaan Dunia
Apakah Topan Ragasa sampai ke Indonesia? Berdasarkan penjelasan BMKG, badai ini tidak masuk langsung ke wilayah Indonesia, tetapi tetap memberi dampak berupa hujan lebat di beberapa daerah. (Gin)
