Aplikasi Bahasa Sunda Lemes dalam Keseharian

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kamu bahwa Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah dengan banyak penuturnya di Indonesia? Dikutip dari buku Indonesiaku Kaya Bahasa yang ditulis oleh Desi Saraswati, Bahasa Sunda diketahui dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Adapun Bahasa Sunda diketahui termasuk dalam rumpun Bahasa Melayu-Polinesia Barat. Bahasa Sunda memiliki keunikan tersendiri, yaitu terdapat tingkatan berbahasa, yaitu Bahasa Sunda normal atau lancaran dan Bahasa Sunda lemes.
Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di Provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebelah barat Pulau Jawa, di daerah Tatar Sunda. Namun, Bahasa Sunda juga dipertuturkan di Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Brebes dan Cilacap. Oleh karena itu, dialek (basa wewengkon) Bahasa Sunda sangatlah beragam. Berikut adalah enam dialek Bahasa Sunda-Banten hingga Sunda Jawa Tengahan:
Dialek Barat, dipertuturkan di daerah Banten Selatan.
Dialet Utara, mencakup daerah Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa bagian Pantura.
Dialek Selatan, adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya.
Dialek Tengah Timur, adalah dialek di sekitar Majalengka.
Dialek Timur Laut, adalah dialek di sekitar Kuningan. Dialek ini juga dipertuturkan di beberapa bagian Brebes, Jawa Tengah.
Dialek Tenggara, adalah dialek sekitar Ciamis.
Selain membahas tentang dialek Bahasa Sunda, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut juga mengenai tingkatan berbahasa, yaitu Bahasa Sunda normal dan Bahasa Sunda lemes.
Mengenal Tingkatan Bahasa Sunda
Tingkatan berbahasa pada Bahasa Sunda terdiri dari beberapa jenis, yaitu bahasa halus, bahasa loma/lancaran, hingga bahasa kasar. Adanya tingkatan berbahasa disebabkan oleh pengaruh budaya Jawa pada masa kekuasaan kerajaan Mataram-Islam.
Pada hakekatnya, Bahasa Sunda lemes atau halus digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada yang diajak bicara atau yang bicara kepada yang diajak bicara. Namun, di wilayah-wilayah pedesaan/pegunungan dan mayoritas daerah Banten, Bahasa Sunda loma (bagi orang-orang daerah Bandung terdengar kasar) tetap dominan. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
