Arti Alhamdulillah dan Tulisan Arabnya yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa arti Alhamdulillah dan bagaimana tulisan Arab yang benar dari Alhamdulillah? Simak penjelasan tentang tulisan dan arti Alhamdulillah yang benar dalam ulasan berikut ini.
Arti Alhamdulillah
Alhamdulillah merupakan kalimat Bahasa Arab yang sering kali diucapkan oleh masyarakat muslim di Indonesia. Biasanya, mereka mengucapkan kalimat Alhamdulillah ketika mendapatkan hal yang membahagiakan atau melegakan hatinya. Sebenarnya, apa arti Alhamdulillah itu sendiri?
اَلْحَمْدُ للَّهِ
Alhamdulillah
Artinya: Segala puji bagi Allah.
Berdasarkan kalimat di atas, kini kita memahami tulisan Arab dan arti dari Alhamdulillah, yakni segala puji bagi Allah. Kalimat tersebut merupakan pujian khusus bagi Allah SWT. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah sudah sepatutnya untuk menyertakan Allah dalam setiap keadaan termasuk ketika ia mendapatkan kebahagiaan, terbebas dari bencana, terselesaikannya suatu perkara, dan karunia dari Allah SWT. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya tak ada satu hal pun yang dapat terjadi tanpa kehendak Allah SWT. Salah satu ayat Alquran yang menjelaskan tentang kehendak Allah SWT adalah Surat Yasin ayat 82 yang berbunyi,
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ - ٨٢
Artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
Masya Allah. Maha Besar dan Maha Kuasa Allah. Demikian, sudah jelas bahwa memang sudah sepatutnya kita untuk bersyukur atas karunia Allah SWT dan Allah pula yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.
Tsindisyifa (2020: 14) dalam bukunya yang berjudul “Insecure No, Bersyukur Yes” menguraikan ayat Alquran yang berisi perintah untuk bersyukur. Ayat tersebut adalah Surat Al Baqarah ayat 152 yang berbunyi,
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ - ١٥٢
Artinya: Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
Ayat tersebut mengandung perintah untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan dengan cara mengelola dan memanfaatkan semua nikmat dengan masing-masing fungsinya. Kemudian, memanjatkan pujian dengan lisan, hati, serta tidak mengingkari semua anugerah tersebut dengan cara mempergunakannya ke jalan yang bertentangan dengan syariat dan sunnatullah.
Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang senantiasa dianugerahi kenikmatan dan senantiasa bersyukur. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (AA)
