Arti Ayat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut sebagai Pengingat Bagi Umat Manusia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap manusia yang ada di bumi memiliki keinginan untuk selalu hidup senang dan bahagia. Berbagai cara dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut, sampai-sampai mereka melupakan hakikat utama manusia sebagai makhluk Allah, yaitu beribadah kepada-Nya. Allah memperingati manusia akan datangnya kematian dalam ayat kullu nafsin dzaiqotul maut.
Arti Ayat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut sebagai Pengingat Bagi Umat Manusia
Allah SWT menciptakan manusia agar dapat menikmati hidup di dunia dan senantiasa beribadah kepada-Nya. Manusia dapat melakukan apapun yang mereka inginkan, namun kehidupan di dunia adalah awal dari serangkaian hidup manusia yang berakhir di akhirat kelak.
Akhir dari hidup manusia di bumi adalah kematian. Kematian adalah ketetapan Allah kepada seluruh manusia tanpa terkecuali dan menjadi salah satu takdir Allah kepada manusia. Mengutip buku berjudul Rukun Iman karangan Hudarrohman (2012: 64), Allah SWT memiliki dua macam takdir kepada manusia yaitu:
1. Takdir Mubram
Takdir mubram adalah takdir yang memiliki ketentuan atau ketetapan mutlak dari Allah kepada makhluk-Nya yang tidak mengalami perubahan. Macam-macam dari takdir Mubram adalah umur, kematian, jodoh, dan kiamat.
2. Takdir Mu’allaq
Takdir Mu’allaq adalah takdir atau ketentuan Allah SWT yang terjadi pada manusia sesuai dengan usaha atau ikhtiar manusia itu sendiri. Contoh dari takdir Mu’allaq yaitu harta, kepandaian, dan kesehatan.
Penjelasan di atas menerangkan bahwa kematian dapat datang kapan saja dan di mana saja. Manusia tidak dapat menolak dan mengingkari akan ketetapan tersebut. Maka Allah SWT berfirman “Kullu nafsin dzaiqotul maut”. beberapa kali, yaitu dalam Surat Ali Imran ayat 185, Surat Al Ankabut ayat 57, dan Al Anbiya ayat 35.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
Kullu nafsin dzaiqatul maut
Artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian.”
Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa segala yang bernyawa pasti akan menerima ajalnya kelak dan tidak ada satupun orang yang tahu kapan ajal tersebut akan datang.
Apa saja yang ada di dunia tidak dapat dibawa kelak di akhirat, kecuali amal ibadah kepada Allah SWT. Allah senantiasa mengingatkan seluruh manusia tentang kamatian dan hanya kepada-Nya manusia kembali. Sebab tidak ada yang abadi kecuali di akhirat.
Kullu nafsin dzaiqotul maut adalah cara Allah SWT mengingatkan manusia untuk senatiasa memperbanyak ibadah kepada-Nya. Mencari dunia sekaligus akhirat adalah hidup terbaik. Sehingga tidak mengesampingkan satu sama lain. (MZM)
