Arti Besanan dalam Kamus Bahasa Jawa

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah besanan sudah tidak asing lagi didengar dalam topik pembicaraan mengenai keluarga di Jawa. Topik ini biasanya muncul ketika salah satu anggota keluarga memiliki rencana untuk maju ke jenjang pernikahan. Apa itu besanan?
Arti besanan adalah istilah yang merujuk kepada orang tua dari menantu, baik laki-laki ataupun perempuan. Kata ini juga menggambarkan hubungan yang dekat dan kasih sayang antara orang tua dan menantu. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai besanan dalam kamus bahasa Jawa.
Baca juga: Tradisi dan Budaya Masyarakat Jawa Tengah
Apa itu Besan dalam KBBI?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), besan [/be·san/ /bésan/] merupakan orang tua dari menantu (baik menantu laki-laki maupun perempuan); hubungan keluarga antara dua orang tua yang terjadi karena anak mereka kawin.
Besanan adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang dekat antara orang tua dan menantu. Hubungan ini memiliki arti yang berbeda karena hubungan tersebut dibangun berdasarkan kasih sayang dan saling menghargai.
Dalam budaya Jawa, besanan adalah orang tua yang menjadi tempat mencari nasihat dan bimbingan. Dikutip dari buku KAS: Kamus Akronim Semaunya yang ditulis oleh Erick Tandi, besan menjadi sebutan bagi orang tua yang anaknya telah menjadi menantu di keluarga lain, sedangkan berbesanan/besanan adalah hubungan yang bisa dikatakan sebagai hubungan keluarga yang terjadi antara kedua pihak karena adanya pernikahan.
Konsep besanan sangat penting dalam kehidupan keluarga Jawa. Orang tua akan menjadi tempat mencari bimbingan dan pendukung bagi menantu. Besan juga menjadi orang yang berperan penting dalam memastikan bahwa menantu mereka tumbuh dengan baik.
Besanan juga menjadi orang yang bertanggung jawab atas menantu mereka. Kesimpulannya adalah besanan merupakan sebuah hubungan yang dekat dan penuh kasih sayang antara orang tua dan menantu. Besanan juga menjadi orang tua yang bertanggung jawab atas kebutuhan dan kesempatan yang layak bagi menantu mereka. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
