Arti dan Contoh Riya dalam Niat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, riya adalah salah satu perbuatan tercela yang harus dihindari. Namun, agar bisa terhindar dari perbuatan ini, ketahui arti dari riya terlebih dahulu. Contoh riya juga penting untuk diketahui. Sebutkan sebuah contoh riya dalam niat!
Dengan mengetahui contohnya, perbuatan ini akan bisa dihindari. Tentunya semua orang ingin dijauhkan dari perbuatan tercela.
Arti Riya
Dikutip dari Mutiara Hati Penggugah Jiwa, Mubarrok (2018:67), menurut Imam Al-Ghazali, arti riya adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.
Salah satu ciri dari perbuatan riya adalah jika ada yang melihat, maka ia rajin beribadah. Namun, ketika tidak ada yang melihat, menjadi malas beribadah. Ibadah seperti itu tentunya sia-sia dan bahkan dibenci oleh Allah Swt.
Allah Swt. berfirman.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia.” (QS Al-Baqarah ayat 264).
Riya juga tergolong dalam perbuatan syirik karena orang yang berbuat riya telah menduakan Allah Swt. dengan makhluk-Nya agar mendapat pujian. Rasulullah Saw. bersabda.
“Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil.” (HR Ahmad dan Al-Hakim).
Riya dapat terjadi kepada siapa saja. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan untuk bisa berhati-hati ketika menjalankan ibadah. Pastikan bahwa ibadah yang dikerjakan adalah ikhlas dan hanya mengharapkan rida dari Allah Swt., dan bukan ingin dipuji oleh orang lain.
Sebutkan Sebuah Contoh Riya dalam Niat!
Setelah mengetahui arti riya, semua orang akan paham mengapa perbuatan ini harus dihindari. Agar bisa dijauhkan dari perbuatan tercela ini, ketahui contohnya. Sebutkan sebuah contoh riya dalam niat! Berikut adalah jawabannya.
Membayar zakat bukan karena mengharapkan pahala melainkan ingin dipuji dan takut dicela oleh orang lain. Ketika tidak ada yang melihat, orang ini tidak mau membayar zakat.
Bersedekah dengan niat ingin dipuji oleh orang lain. Misalnya, memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin tetapi dengan niat untuk mendapatkan perhatian dan pujian orang-orang di sekitar.
Baca juga: Cara untuk Menghindari Perilaku Riya dan Tidak Terpuji Lainnya
Apabila ada pertanyaan sebutkan sebuah contoh riya dalam niat, penjelasaan di atas dapat dijadikan jawaban. Contoh dan arti dari riya tersebut penting untuk dipelajari agar semua orang senantiasa terhindar dari perbuatan tercela ini. (KRIS)
