Konten dari Pengguna

Arti dan Keistimewaan Tadarus dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@andri_helmansyah - tadarus adalah
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@andri_helmansyah - tadarus adalah

Banyak dari kita mengenal tadarus adalah kegiatan membaca Al-quran bersama selama bulan Ramadan. Umumnya, pada bulan suci Ramadan umat Islam berlomba-lomba menyambutnya dengan beragam amalan dan ibadah.

Salah satu jenis amalan yang paling dianjurkan adalah tadarus. Singkatnya, tadarus adalah membaca Alquran dan memahaminya,

Keistimewaan Tadarus

Secara bahasa, tadarus berasal dari kata da-ra-sa yang memiliki makna membaca berulang kali, dengan disertai upaya memahami hingga seseorang mudah menghafal apa yang ia baca (Az-Zabiidi dalam Taj al-Aruus).

Dalam ilmu nahwu, kata tadarus termasuk dalam wazan tafaul, yang artinya aktivitas ini dilakukan seminimalnya oleh dua orang (atau lebih).

https://unsplash.com/@andri_helmansyah

Dikutip dari laman Universitas Haji Sumut, tadarus secara bahasa berasal dari asal kata darosa-yadrusuyang berarti mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Kemudian ditambahkan huruf ta' di depannya sehingga menjadi tadaarosa-yatadaarosu. Maknanya bertambah menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam.

Berdasarkan pengertian tersebut tadarus bukan hanya membaca bersama, melainkan juga mempelajari ayat-ayat Al-Quran yang dibaca.

Rasulullah SAW berkata:

“Jagalah Al-Quran, demi Tuhanku yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat-ayat Alquran yang telah dihapal) lebih mudah lepas dari ingatan daripada lepasnya unta dari ikatannya,” (Diriwayatkan Abu Musa al-Asy’ari RA).

Keutamaan Tadarus di bulan Ramadan

1. Memperbaiki bacaan Al-Quran

Tadarus yang dilakukan secara bersama-sama menjadikan kita bisa lebih memperhatikan letak kesalahan bacaan. Jika ternyata ada kesalahan dalam membacanya, orang lain yang sedang bertadarus juga bisa mengingatkan kita.

2. Pahala dilipatgandakan

Tadarus saat Ramadan dijanjikan pahala berlipat ganda. Seperti yang ddiriwayatkan Abdullah Ibnu Mas‘ud:

“Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Begitu istimewanya setiap huruf-huruf yang ada di dalam Al-Quran. Setiap huruf yang dibaca oleh seseorang, maka orang tersebut sudah pasti mendapatkan satu kebaikan.

3. Mendapat syafaat di hari kiamat

Dari Zaid bahwa ia mendengar Abu Sallam berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. (HR. Muslim).

4. Menjalin ukhuwah islamiyah

Tadarus Alquran dapat dimanfaatkan untuk menjalin dan mempererat ukhuwah islamiyah antar muslim. Interaksi sosial juga dapat membentuk pendidikan akhlaqul karimah, sesuai firman Allah dalam surat Ali 'Imran ayat 164,

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Artinya: "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

Satu hal yang juga istimewa, arti tadarus adalah kegiatan yang bukan hanya bisa dilakukan bersama umat Muslim lainnya di masjid, namun juga bisa bersama dengan anggota keluarga di rumah. (DNR)