Arti dan Keutamaan Tafakkur Umat Islam kepada Allah SWT

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umat-nya untuk selalu menjalakan bagaimana menjadi seorang umat Islam yang benar, salah satu caranya adalah tafakkur. Tafakkur artinya adalah merenungkan ciptaan Allah namun tidak dengan keadaan-Nya. Tujuannya adalah untuk semakin menambah keimanan seseorang tanpa berpikirian negatif kepada Sang Pencipta. Untuk mengetahui secara lengkap tentang tafakkur, simak penjelasan di bawah ini!
Arti dan Keutamaan Tafakkur Umat Islam kepada Allah SWT
Secara bahasa, tafakkur berasal dari kata tafakkara yang artinya mempertimbangkan atau memikirkan. Sedangkan secara istilah, tafakkur adalah suatu perenungan dengan menilai, menganalisa, meyakini secara pasti untuk mendapatkan keyakinan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah SWT.
Perintah untuk tafakkur kepada Allah SWT beberapa kali diucapakan oleh Nabi Muhammad SAW. Misalnya saja yang dijelaskan oleh K.H. R. Abdullah bin Nuh dalam bukunya Tafakur Sesaat Lebih Baik dari Ibadah Setahun (2014:4), dari Abu Said Al-Khudri, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Berilah matamu bagian ibadahnya”.
Para sahabat bertanya, “Apa bagian ibadah mata itu?”
Beliau menjawab, “Membaca Alquran, bertafakkur merenungkan isinya, dan mengambil pelajaran darinya."
Selain itu, dijelaskan juga dari Ibnu Abbas ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Renungkanlah apa yang telah diciptakan Tuhan, tetapi jangan kamu renungkan bagaimana keadaan Tuhan itu, sebab dugaanmu takkan sampai ke situ”.
Jenis Tafakkur
Mengutip dari laman islam.nu.or.id, terdapat lima jenis tafakkur menurut ulama, yakni:
Tafakkur dalam rangka merenungi ayat-ayat Allah. Dalam tafakkur ini, seseorang harus bertawajuh dan meyakininya.
Tafakkur dalam rangka merenungi nikmat-nikmat Allah. Tafakkur ini dapat melahirkan mahabbah atau cinta pada diri seseorang kepada-Nya.
Tafakkur dalam rangka merenungi janji-janji Allah. Tafakkur ini dapat menyalakan atau menambah semangat beramal saleh di hati seseorang.
Tafakkur dalam rangka merenungi peringatan Allah. Tafakkur ini dapat melahirkan rasa takut di hati seseorang kepada (siksa)-Nya.
Tafakkur dalam rangka merenungi kelalaian diri dalam menjalankan perintah-Nya. Tafakkur ini dapat menumbuhkan rasa malu di hati seseorang.
Keutamaan Tafakkur
Mencapai Kesempurnaan Iman
Ibnu Qayyim menjelaskan:
“Apabila membaca Al-Quran dengan tafakkur sehingga tatkala melewati ayat yang dia (pembaca) butuh terhadap ayat itu untuk mengobati hatinya, maka hendaklah dia mengulang-ulang ayat itu meskipun seratus kali, bahkan meskipun semalam suntuk. Karena membaca satu ayat dengan tafakkur dan pemahaman lebih baik daripada menghatamkan bacaan dengan tanpa tadabbur dan pemahaman. Dan juga lebih bermanfaat bagi hati, lebih dapat mengantarkan kepada tercapainya kesempurnaan iman serta rasa manisnya Al-Quran.”
Menambah Rasa Syukur
Allah SWT bersabda:
اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَۚ وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya, “Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” QS. Al-Jatsiyah: 12-13)
Semoga dengan mengetahui arti dan keutamaan dari tafakkur membuat kita semakin lebih dekat dengan Allah SWT dan senantiasa melaksanakan setiap perintah dan laranga-Nya dengan penuh keikhasan dan rasa syukur.(MZM)
