Arti dan Kisah di Balik Huruf Jawa Hanacaraka Datasawala

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi masyarakat Jawa, huruf hanacaraka datasawala tentu sudah tidak asing. Apalagi di sekolah, siswa juga mendapatkan pelajaran bahasa Jawa. Jadi, tidak heran jika banyak masyarakat Jawa yang mengerti dan memahami huruf Jawa atau aksara Jawa tersebut.
Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui arti dan kisah huruf bahasa Jawa secara lengkap!
Arti dan Kisah di Balik Huruf Jawa Hanacaraka Datasawala
Mengutip dari buku Mengenal Aksara Jawa dengan Metode AMBAR karya Estu Pitarto (2018:18), berikut adalah arti filosofi aksara hanacaraka datasawala yang dapat Anda ketahui.
Ha-Na-Ca-Ra-Ka artinya adalah ”utusan” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasad manusia. Hal ini menunjukkan adanya pencipta (Tuhan), ciptaan (manusia), dan tugas yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan "data" atau saatnya dipanggil tidak boleh "sawala" atau mengelak. Dalam hidup ini manusia harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya menunjukkan menyatunya zat pemberi hidup (Ilahi) dengan yang diberi hidup (makhluk). Makna filosofisnya, setiap batin manusia pasti sesuai dengan apa yang diperbuatnya.
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan . Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.
Jadi, huruf Jawa tersebut sangat erat kaitannya dengan cerita Ajisaka yang merupakan asal usul terciptanya hanacaraka. Bahkan pada masa kerajaan Islam, tepatnya di era zaman Kesultanan Demak hingga Pajang, surat ditulis dengan menggunakan serat Suluk Wijil dan serat Ajisaka. Pada masa itu, urutan pangram hanacaraka digunakan untuk memudahkan pengikatan 20 konsonan dalam bahasa Jawa.
Adapun urutan tersebut terdiri dari 4 baris dengan tiap baris terdiri dari 5 aksara yang menyerupai puisi. Dengan kata lain, dalam setiap baris memiliki makna dan cerita yang berbeda sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas.
Jadi, aksara Jawa tidak hanya sekadar konsonan saja, tetapi memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa. Semoga bermanfaat! (Anne)
