Arti dan Makna Ayat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa setiap makhluk hidup yang bernyawa pasti akan mati, namun waktu kematiannya hanya Allah SWT yang mengetahuinya dan tugas dari makhluk hidup seperti manusia setiap harinya adalah mempersiapkan kematian tersebut dengan melakukan ibadah dan menjauhi segala larangan dari Allah SWT. Salah satu ayat yang menjelaskan mengenai kematian adalah ayat kullu nafsin dzaiqotul maut.
Arti dan Makna Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut
Ayat kullu nafsin dzaiqotul maut terdapat dalam beberapa surat di Al-Quran di antaranya adalah surat Al-Ankabut ayat 57 yang berbunyi:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja'ụn
Artinya: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan."
Dikutip dari tafsir ringkas Kementerian Agama RI dalam ayat tersebut mengandung arti dan makna bahwa jika kamu khawatir mati kelaparan akibat hijrah ke tempat lain, ketahuilah bahwa kamu pasti akan mati dengan cara lain. Sebab setiap makhluk yang bernyawa tanpa terkecuali akan merasakan mati, dengan atau tanpa sebab. Kemudian, setelah itu hanya kepada kami kamu dikembalikan untuk mendapat balasan yang setimpal atas amal perbuatanmu, baik maupun buruk. Ayat ini mengandung ancaman bagi orang-orang kafir.
Selain itu ayat kullu nafsin dzaiqotul maut juga terdapat dalam surat Ali Imran ayat 85 berikut adalah bacaannya :
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ
kullu nafsin żā`iqatul maụt
Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati."
Dikutip dari buku Agar Selamat dari Azab Kubur, Satria Nova (2021: 4) ayat tersebut menjelaskan mengenai kematian, karena setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini pasti akan merasakan mati tidak peduli seberapa keras usaha kita untuk menghindarinya, kematian pasti akan datang pada waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
(WWN)
