Arti dan Makna Kato-kato Minang Padiah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan orang Minangkabau, penggunaan bahasa Minang masih kerap digunakan untuk berkomunikasi antara satu sama lain. Adapun penggunaan bahasa Minang juga dapat ditemukan dalam lagu, puisi, dan bahkan pantun. Dikutip dari buku Layarkan Kapal dalam Embun: Sepilihan Pantun Minangkabau yang ditulis oleh Ivan Adilla (2014), penggunaan bahasa Minang disisipkan dalam puisi atau pantun sebagai lagu menidurkan anak, alat permainan, ejekan anak-anak, wadah perasaan kasih saya, serta edukasi dan pengembangan karakter. Apakah kamu pernah mendengar atau membaca istilah kato-kato Minang Padiah?
Arti dan Makna Kato-kato Padiah
Dalam bahasa Minang, ‘Kato-kato Minang Padiah’ dapat diartikan sebagai ‘Kata-kata Pedih Minang’ atau ‘Kata-kata Pedih Berbahasa Minang’. Dilansir dari buku Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berjudul “Kamus Minangkabau-Indonesia” yang ditulis oleh Rusmali, dkk. (1985), kata ‘Kato’ memiliki arti ‘Kata’, sedangkan kata ‘Padiah’ memiliki arti ‘Pedih’.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘Kata’ dapat diartikan sebagai unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa, sedangkan ‘Pedih’ dapat diartikan sebagai rasa sakit, seperti luka dicuci dengan sublimat.
Jika dirangkum, kato-kato Minang padiah menunjukkan kata-kata yang mengungkapkan rasa sakit penulisnya. Kata-kata tersebut dapat dituangkan dalam bentuk lagu, puisi, atau pantun. Berikut adalah contoh penggunaan kato-kato pedih dalam bahasa Minang:
Sahabat nan elok indah panah mangatokan salamaik tingga urang tu hanyo mengucap’an sampai basoboklai (sahabat yang baik tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal. Mereka hanya akan mengatakan sampai jumpa lagi).
Bapisah memang menyakik’an, tapi awak batahan demi maliek kau bahagia jo seseorang (berpisah memang menyakitkan tetapi, saya bertahan demi melihat kamu bahagia dengan seseorang).
Kata-kata sedih dan pedih memang akan lebih terasa puitis dan mengiris ketika diungkapkan atau didengarkan oleh seseorang yang sedang merasa sakit. Namun, jangan terlalu berlama-lama untuk bersedih ya! Kamu dapat menghibur diri dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
