Konten dari Pengguna

Arti dan Makna Lengkap Matur Nuwun Gusti dalam Bahasa Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ungkapan Matur Nuwun Gusti. (Foto: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ungkapan Matur Nuwun Gusti. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Ucapan terima kasih merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atau balas budi atas apa yang diberikan dari Tuhan dan juga sesama manusia. Ucapan terima kasih kepada Tuhan dapat diucapkan dalam berbagai bahasa, salah satunya bahasa Jawa. Misalnya, matur nuwun Gusti.

Dikutip dari jurnal berjudul Pemakaian Bahasa Jawa Kebumen pada Kalangan Generasi Muda yang ditulis oleh FX. Saming (2006: 107), bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang besar di wilayah Republik Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah penutur bahasa Jawa yang banyak tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai ucapan terima kasih kepada Tuhan dalam bahasa Jawa, matur nuwun Gusti.

Penjelasan Matur Nuwun dalam Bahasa Jawa

Ilustrasi Ungkapan Matur Nuwun Gusti. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Dalam bahasa Jawa, terdapat tingkatan penggunaan bahasa, yaitu kasar, ngoko, krama alus, dan krama inggil. Tingkat teratas dari bahasa Jawa adalah bahasa inggil yang digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tinggi derajatnya atau yang dihormati.

Dikutip dari buku Pola Komunikasi Masyarakat Hierarkis yang ditulis oleh Majid Wajdi (2021: 255), matur nuwun dan matur suwun masuk dalam kategori Krama (H) yang berarti terima kasih. Adapun verba matur memiliki arti ‘berbicara/mengatakan’, yang mana verba ini memiliki makna inferior berbicara kepada superior. Dengan ungkapan lain, verba matur digunakan oleh bawahan etika berbicara kepada atasan.

Matur nuwun Gusti merupakan ungkapan terima kasih yang diucapkan seseorang untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penggunaan kalimat tersebut diibaratkan sebagai tingkatan terima kasih yang paling tinggi dari seorang manusia ke Tuhannya.

Selain matur nuwun Gusti, kamu juga dapat menggunakan matur sembah nuwun yang berarti teria kasih yang sangat mendalam. Namun, matur sembah nuwun tidak ditujukan kepada Tuhan, melainkan kepada seseorang yang pangkatnya lebih tinggi (atasan), misalnya kepada pemimpin keraton atau bos di kantor. Kata sembah ini sendiri menunjukkan sesuatu yang sangat mendalam dan tidak dapat sembarangan dipergunakan.

Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)