Arti dan Penjelasan Qiyamuhu Binafsihi, Kebalikan dari Qiyamuhu Bighairi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat wajib bagi Allah bisa dikenalkan kepada anak sejak dini. Tujuan dari mengenal sifat wajib bagi Allah adalah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kita sebagai umat muslim kepada Allah SWT. Salah satu sifat wajib bagi Allah adalah qiyamuhi binafsihi. Selain sifat wajib, kita juga perlu mengetahui sifat mustahil Allah yang merupakan kebalikannya dari sifat wajib. Adapun qiyamuhu binafisihi lawannya adalah qiyamuhi bighairi.
Perintah Allah SWT kepada hamba-Nya untuk tunduk dan patuh terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 177 yang berbunyi.
لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ
Artinya, “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memebrikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
Arti dan Penjelasan Qiyamuhi Binafisihi, Kebalikan dari Qiyamuhu Bighairi
Menurut buku Soal-Jawab Pengetahuan Keislaman Anak Shalih karya Alma’arif (2014:72), arti qiyamuhu binafsihi adalah beridir dengan sendirinya. Sifat wajib Allah ini juga dijelaskan dalam Surat Al-Ankabut ayat 6 yang berbunyi.
وَمَنۡ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفۡسِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ
Artinya, “Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
Sedangkan qiyamuhu binafsihi lawannya adalah qiyamuhu bighairi yang artinya berdiri dengan yang lain dan membutuhkan pertolongan.
(Anne)
