Arti dan Penyebab Sejarah Memiliki Dimensi Ruang

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah memiliki dimensi ruang, artinya peristiwa sejarah terjadi pada tempat atau daerah tertentu. Dalam sejarah, konsep ruang menjadi hal yang sangat krusial karena seolah menyiratkan tempat terjadinya peristiwa yang mengandung nilai historis tersebut. Bukan hanya itu, keberadaan konsep ruang juga bisa digunakan bagi para sejarawan atau masyarakat umum untuk memahami perkembangan sejarah yang berhubungan dengan zaman ini. Mengingat, peristiwa yang terjadi di masa lampau tidak boleh dilupakan begitu saja, sehingga perlu dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Adapun penjelasan mengenai arti dan penyebab dimensi ruang akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.
Arti dan Penyebab Sejarah Memiliki Dimensi Ruang
Mengutip buku Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas10 oleh Indriyanti (2021), konsep dimensi ruang merujuk pada tempat atau lokasi terjadinya suatu peristiwa bersejarah, baik peristiwa yang berhubungan dengan alam maupun sosial.
Dalam aspek ruang, peristiwa sejarah mempunyai batasan tertentu. Secara umum, pengertian konsep dimensi ruang yaitu tempat terjadinya peristiwa sejarah. Dengan kata lain, yang menjadi fokus utamanya terletak pada di mana peristiwa tersebut terjadi.
Contoh dimensi ruang dalam sejarah adalah peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Maret 1946. Adapun dimensi ruang dalam peristiwa tersebut berada di Bandung, Jawa Barat.
Contoh lainnya yaitu proklamasi kemerdekaan yang berlangsung pada 17 Agustus 1945. Peristiwa ini berlangsung di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. adalah Peristiwa Tiga Daerah yang terjadi
Perjalanan peristiwa sejarah di dalam dimensi ruang membutuhkan manusia sebagai objek atau pelaku.
Seperti halnya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di dalamnya terlibat banyak tokoh dengan peran dan fungsinya masing-masing. Sebut saja Ir. Soekarno dan Moh. Hatta yang membacakan proklamasi, Sayuti Melik yang bertugas mengetik naskah, Fatimah yang bertugas menjahit bendera, dan lain sebagainya.
Penyebab Sejarah Memiliki Dimensi Ruang
Perjalanan peristiwa sejarah di dalam dimensi ruang membutuhkan manusia sebagai objek atau pelaku.
Seperti halnya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di dalamnya terlibat banyak tokoh dengan peran dan fungsinya masing-masing. Sebut saja Ir. Soekarno dan Moh. Hatta yang membacakan proklamasi, Sayuti Melik yang bertugas mengetik naskah, Fatimah yang bertugas menjahit bendera, dan lain sebagainya.
Pada hakikatnya, sejarah berfokus pada proses perjuangan manusia untuk mencapai kemajuan dalam peradaban. Proses tersebut berlangsung dalam ruang dan waktu yang dinamis. Jadi, tidak ada satu peristiwa pun yang terjadi tanpa adanya medium. Dengan adanya ruang, maka peristiwa bersejarah yang kita kenang menjadi terasa semakin nyata.
Selain itu, adanya ruang dan waktu dalam peristiwa sejarah memungkinkan manusia untuk membuat kategorisasi berdasarkan waktu dan tempat.
Secara garis besar, peristiwa sejarah terjadi pada ruang dan waktu, sehingga lebih mudah diingat dan didefinisikan oleh manusia. (DLA)
