Arti dan Pokok Kandungan Surat Al Muzzammil dalam Alquran

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Muzammil merupakan salah satu surat Makkiyah yang terdiri dari 20 ayat pendek. Mengutip dari Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 987), surat Al Muzammil artinya ialah “orang-orang yang berselimut”. Adapun pengambilan nama surat tersebut didasarkan kepada bunyi Alquran ayat pertamanya, yakni Muzammil.
Surat Al Muzammil pada dasarnya mengisahkan tentang orang berselimut yang tidak lain ialah Nabi Muhammad SAW. Adapun isi pokok dalam surat tersebut mengisahkan tentang petunjuk-petunjuk Allah SWT yang wajib dilakukan Rasulullah SAW untuk menguatkan rohaninya guna mendapatkan wahyu.
Pokok Kandungan Surat Al Muzammil dalam Alquran
Pada surat Al Muzammil ayat 1-9, Allah SWT memfirmankan tentang pentunjuk-petunjuk-Nya kepada Rasulullah untuk mempersiapkan diri dalam berdakwah. Adapun persiapan yang perlu dilakukan oleh Rasulullah SAW tersebut ialah bangun di malam hari untuk bersembayang (sholat), membaca Alquran, dan senantiasa menyebut nama Allah SWT dengan sepenuh hati.
Kemudian pada ayat 10-20, disebutkan pula petunjuk-petunjuk lain yang harus diikuti oleh Rasulullah SAW. Misalnya saja dengan menamkan rasa sabar terhadap ujaran buruk dari orang lain saat melakukan dakwah, serta dapat menjauhi orang-orang berdusta tersebut dengan cara yang baik.
Disamping itu, poin lain yang dijelaskan dalam surat Al Muzammil tersebut juga mengandung perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW untu melaksanakan sholat malam atau sholat tahajjud, menunaikan zakat, membelanjakan hartanya di jalan Allah, serta memohon ampun kepada-Nya agar kelak Allah SWT akan melimpahkan karunianya kepada Rasulullah dan pengikutnya.
Agar umat muslim dapat semakin memaknai isi kandungan surat Al Muzammil, maka simaklah bacaan dan terjemahan dari firman Allah SWT berikut ini
يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ - ١
1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ - ٢
2. Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ - ٣
3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ - ٤
4. atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.
اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا - ٥
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ - ٦
6. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.
اِنَّ لَكَ فِى النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيْلًاۗ - ٧
7. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًاۗ - ٨
8. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا - ٩
9. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا - ١٠
10. Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا - ١١
11. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.
اِنَّ لَدَيْنَآ اَنْكَالًا وَّجَحِيْمًاۙ - ١٢
12. Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا - ١٣
13.dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا - ١٤
14.(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
اِنَّآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ەۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًا ۗ - ١٥
15.Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun.
فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًاۚ - ١٦
16.Namun Fir‘aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًاۖ - ١٧
17.Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
ۨالسَّمَاۤءُ مُنْفَطِرٌۢ بِهٖۗ كَانَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا - ١٨
18.Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana.
اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا ࣖ - ١٩
19.Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
۞ اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ - ٢٠
20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Demikianlah ulasan mengenai arti dan pokok kandungan surat Al Muzammil dalam Alquran. Semoga dapat bermanfaat! (HAI)
