Arti Fatonah Sebagai Sifat Wajib Rasul Allah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Anda sudah tahu arti Fatonah sebagai sifat wajib rasul Allah? Allah SWT memberi utusan kepada rasul-rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu. Mereka diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran kepada manusia. Hal tersebut berdasarkan Surat Al-An’am ayat 90 yang artinya,
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)". Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.”
Dalam menyampaikan wahyu, Allah memberikan kemampuan kepada para rasul dalam menyampaikan ajaran dan bernegosiasi kepada para manusia. Salah satu sifat yang wajib dimiliki rasul Allah adalah Fatonah.
Arti Fatonah yang Dimiliki Rasul Allah
Adapun arti fatonah yang dikutip dari buku berjudul Keajaiban Teknik Selling Rasulullah karangan Freddy Rangkuti (2013: 13) adalah cerdas, yang merupakan salah satu sifat wajib yang dimiliki seorang rasul atau nabi dalam rangka menyampaikan wahyu dan kebenaran dari Allah kepada manusia. Selama menyampaikan kebenaran dari Allah, harus dengan strategi-strategi khusus dan menyesuaikan dengan orang-orang yang dituju. Apabila seorang rasul tidak cerdas, tidaklah mungkin wahyu dan kebenaran dari Allah dapat diterima masyarakat.
Allah memberi kecerdasan kepada rasul-Nya seperti dalam Surat Al Baqarah ayat 269 yang artinya,
“Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Alquran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang barakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”
Sifat fatonah juga dapat dijadikan pembelajaran dalam belajar agama harus secara cerdas. Memahami agama memerlukan ilmu, baik dalam akhlak maupun akidah. Apabila umat muslim tidak memiliki akhlak dan akhlak, maka mereka tidak memiliki pijakan beragama dan hidupnya sia-sia. Sebab akhlak dan akidah merupaka pedoman dalam beragama.
Apabila manusia memiliki sifat fatanah sebagaimana arti Fathonah, maka akan dengan mudah memahami yang diajarkan dalam agama Islam. Selain itu, dengan memiliki sifat fatanah sangat berpengaruh dalam kehidupan, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat. (MZM)
