Arti Frasa Idiomatis dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu frasa idiomatis? Seperti yang diketahui, frasa dalam bahasa Indonesia tergolong sebagai kelompok kata yang tidak melebihi batas fungsi. Dengan kata lain, frasa tidak diposisikan sebagai subjek, predikat, atau fungsi yang lainnya.
Jika dilihat dari jenisnya, frasa terbagi menjadi 4, yakni frasa eksosentris, frasa endosentris, frasa idiomatik, dan frasa ambigu. Namun, pada kesempatan kali ini, mari membahas lebih lanjut tentang frasa idiomatis.
Apa itu Frasa Idiomatis?
Apa itu frasa idiomatis? Menurut KBBI dalam website kbbi.kemdikbud.go.id, frasa idiomatis merupakan idiom yang memiliki kekhususan bahasa.
Frasa ini mempunyai makna sampingan atau bukan makna yang sesungguhnya. Jadi, frasa ini terdiri atas dua kata bermakna konotasi. Salah satu bentuk frasa idiomatis adalah makan garam.
Meskipun terdiri dari dua kata yang sudah familiar artinya, tetapi bukan berarti itu makna yang sesungguhnya. Makan garam pada frasa tersebut diartikan sebagai orang yang memiliki banyak pengalaman.
Selain itu, masih banyak contoh frasa idiomatis lainnya, di antaranya sebagai berikut.
Buah bibir = Menjadi pembicaraan
Meja hijau = Pengadilan
Kambing hitam = Orang yang disalahkan padahal dia tidak melakukan
Jiwa besar = Sabar
Tutup usia = Meninggal dunia
Turun tangan = Ikut membantu
Besar kepala = Sombong
Banting tulang = Kerja keras
Biang keladi = Penyebab masalah
Murah hati = Baik hati
Muka dua = Berbohong
Buah tangan = Oleh-oleh
Isapan jempol = Isu bohong
Contoh Kalimat Frasa Idiomatis dalam Bahasa Indonesia
Agar lebih memahami cara penggunaan frasa idiomatis, simak contoh kalimatnya di bawah ini.
Andin memiliki jiwa besar meskipun dirundung habis-habisan oleh teman sekelasnya.
Ayah turun tangan untuk menolong Anya karena suaminya hanya diam saja menyaksikan kejadian tersebut.
Rupanya perkataan yang selama ini diucapkannya hanyalah isapan jempol belaka.
Padahal kemampuannya pas-pasan, tapi kenapa ia begitu besar kepala
Bu Ridha tutup usia tepat pada hari dilahirkannya cucunya.
Tokoh politik tersebut dijadikan sebagai kambing hitam, sehingga ia harus mendekam di penjara meskipun bukan kesalahannya.
Baca juga: Macam-Macam Phrases Connector (Penghubung Frasa) dan Contohnya
Pertanyaan tentang apa itu frasa idiomatis tentu sudah dapat dipahami sebaik mungkin. Dengan begitu, maka setiap orang bisa semakin memperkaya kosakata dan ketrampilan komunikasi yang dimilikinya meningkat. (DLA)
