Konten dari Pengguna

Arti Geguritan dalam Bahasa Jawa beserta Contohnya yang Sederhana

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti geguritan dalam bahasa Jawa, sumber foto: (Sigmund) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti geguritan dalam bahasa Jawa, sumber foto: (Sigmund) by Unsplash.com

Siapa yang tidak mengenal Sapardi Joko Damono, seorang penyair dan pencipta puisinya. Meskipun sudah tiada, tetapi karya-karyanya masih menggaung di sosial media hingga sekarang. Pada setiap bahasa memiliki puisi dengan keunikannya masing-masing. Nah, bahasa Jawa juga memiliki puisi yang tidak kalah uniknya. Tidak ada salahnya mengetahui apa itu arti geguritan dalam bahasa Jawa.

Zaman sekarang penafsiran sudah berbeda dengan dahulu. Kini, siapapun yang tiba-tiba membuat puisi akan mendapatkan pandangan sedang agalau atau putus cinta.

Pada saat itulah imajinasi mulai bekerja dan keluarlah sebuah karya. Namun, sejatinya puisi tidak hanya mengenai cinta dan patah hati, ada begitu banyak jenis puisi yang bisa dibuat kapan saja, termasuk dengan geguritan

Arti Geguritan dalam Bahasa Jawa dan Contohnya

Ilustrasi arti geguritan dalam bahasa Jawa, sumber foto: (Rachel Coyne) by Unsplash.com

Pada jurnal Gaya Bahasa 10 Geguritan dalam Antologi Nurani Peduli karya Handoyo Wibowo oleh Ayu Warnaningrum dan Sudartomo Macryus (2015), geguritan merupakan karya sastra klasik tanpa pengarang atau penulis karena pada zaman itu semua karya adalah milik bersama.

Mengutip buku Antologi Geguritan, Tresna lan Kuciwa oleh PBSD 2019 (2020), geguritan adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pemikiran imajinatif oleh pengarang dengan bentuk terstruktur secara fisik maupun batin. Sama seperti puisi bahas indonesia yang terdiri dari baris dan bait.

Ciri-ciri Geguritan

Dalam membuat geguritan Bahasa Jawa harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

a. Jumlah baris (gatra) tidak tetap

b. Pada setiap gatra terdiri atas 8 suku kata (wanda)

c. Berakhir dengan bunyi yang sama seperti a. b. a. b

Contoh Geguritan Bahasa Jawa

Berikut ini terdapat contoh geguritan sederhana dari berbagai tema yang dikutip dari Untaian Kidung Sukma Kumpulan Puisi Bahasa Jawa oleh Dewi Nurhidayanti (2019).

Tema Pendidikan

Ngudi Ngelmu

Ngger para siswa den taberi

Luruh ngelmu kanthi reaning penggalih

Ikhlas ing manah tanpa reribet

Olah pikir ingkang prigel

Cukat rikat saha rancag

Semangat makobar-kibar

Ngrunjang satuhu palangan

Sajrone pawiyatan

Kanggo ngudi geguyuban

Tema Katresnan

Perjuangan Katresnan

Perjuangan tresna tanpa wates

Nemokake jati dhiri

Ngibas pepalang

Perjuangan kanti tinebus

Waspa tuwin riwe

Nganti wutahing ludira pungkasan

Demikian arti geguritan dalam bahasa Jawa berikut dengan contohnya. Nah, sekarang giliran kamu untuk membuat geguritan. Semangat berkarya!