Arti Ghibah dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ghibah adalah sebuah perbuatan yang buruk dan harus dihindari dalam pergaulan sehari-hari. Ghibah jika sering dilakukan dalam sebuah kelompok pertemanan atau lingkungan sosial, maka akan menimbulkan dampak yang sangat membahayakan bagi kelompok tersebut? Apa arti ghibah dan bagaimana dampak ghibah dalam pergaulan sehari-hari? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Arti dan Pengertian tentang Ghibah
Ghibah secara umum diartikan sebagai menggunjing atau dalam istilah yang sering kita dengar disebut bergosip. Dalam buku 17 Tuntunan Hidup Muslim oleh Wahyu Hadi Parmono dan Ismunandar (2017: 81), dijelaskan beberapa pengertian mengenai ghibah, yaitu
Menurut An-Nawawi, ghibah adalah menyebutkan hal-hal yang tidak disukai orang lain, beik berkaitan dengan kondisi badan, agama, dunia, jiwa, akhlak, harta, keluarga, ekspresi rasa senang atau duka, dan sebagainya yang berkaitan dengan dirinya baik dengan kata-kata yang gamblang, isyarat, maupun dengan kode.
Pengertian lain, ghibah adalah mengemukakan keburukan orang lain, hal-hal yang bila orang yang dibicarakan itu mendengar, pasti ia tidak menyukainya, baik yang berkaitan dengan fisik, sifat, nasab, perbuatan, bahkan hal-hal yang bersifat duniawi lainnya.
Dari pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa ghibah adalah sebuah pembicaraan yang berfokus pada keburukan orang lain.
Mengutip dari buku Fiqih Bertetangga oleh Fathiy Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy (2021: 24), Allah SWT mengharamkan ghibah. Orang yang suka berghibah diumpamakan seperti orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa ghibah adalah perbuatan yang sangat keji dan menjijikkan, sebab tidak ada satu orang pun yang mau memakan bangkai saudaranya yang telah mati.
Firman Allah dalam Surat Al Hujurat ayat 12:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Ya ayyuhallazina amanujtanibu kasiram minaz-zanni inna ba'daz-zanni ismuw wa la tajassasu wa la yagtab ba'dukum ba'a, a yuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhihi maitan fa karihtumuh, wattaqullah, innallaha tawwabur rahim
Artinya
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat ayat 12).
Jika seseorang tidak dapat menjaga lidahnya dari menggunjing atau membicarakan keburukan saudaranya, maka lebih baik diam. Dalam banyak riwayat, Rasulullah mengajarkan kaum Muslim supaya menjauhkan diri dari pembicaraan yang sia-sia dan tidak berfaedah. Beliau juga menyanjung keutamaan orang yang sedikit berbicara untuk menjaga hati dan lisan. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia selalu berkata baik atau diam." (HR. Imam Bukhari dan Muslim).
Dampak Ghibah dalam Kehidupan Sehari-hari
Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan bahwa ghibah dapat memberi dampak buruk pada pergaulan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak ghibah antara lain:
Merusak kerukunan sebuah kelompok pertemanan.
Menjauhkan teman.
Memutuskan tali silaturahmi.
Menimbulkan sifat iri dan dengki
Bagi yang melakukan perbuatan ghibah, perbuatan tersebut tidak bermanfaat dan hanya membuang waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan produktif jadi sia-sia karena sibuk membicarakan orang lain.
Jika ternyata hal yang menjadi bahan ghibah itu tidak benar maka akan menjadi ghibah dan dosa orang-orang yang melakukan ghibah itu akan semakin bertambah.
Bisa kita lihat bahwa dampak ghibah sangat membahayakan bagi sebuah hubungan pertemanan. Untuk itu sebagai umat Muslim, mari kita jauhi perbuatan ghibah dan selalu menjaga lisan dari hal-hal yang buruk dan berpotensi merusak silaturahmi antar sesama Muslim.(IND)
