Konten dari Pengguna

Arti Istiqomah dan Tawadhu dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi muslimah yang tawadhu. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi muslimah yang tawadhu. Sumber: Unsplash

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah istiqomah dan tawadhu mungkin sudah cukup familiar bagi umat muslim. Namun sudahkan kamu tahu apa arti istiqomah dan tawadhu yang sesungguhnya?

Dalam ajaran agama Islam, arti istiqomah dan tawadhu sangatlah jauh berbeda namun keduanya bisa sama-sama dianggap sebagai sifat yang harus ada dalam diri umat muslim. Mengutip dari buku Ilmu Tasawuf: Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlaq, Imam Kanafi (2020: 71), istiqomah secara bahasa berart tegak lurus atau teguh. Sedangkan jika dijabarkan maka arti istiqomah ialah sifat teguh pendirian dalam melakukan suatu hal (konsisten). Sedangkan dikutip dari buku Hakikat Tawadhu’ dan Sombong, Salim ‘Id Hilali (2017: 7), tawadhu adalah sifat rendah hati atau sifat tidak sombong.

Arti Istiqomah dan Tawadhu Bagi Umat Muslim

Berdasarkan keterangan dalam buku tadi, maka kita bisa menafsirkan bahwa arti istiqomah dan tawadhu termasuk ke dalam sifat-sifat baik yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Menjadi tawadhu (rendah hati) termasuk amalan mulia yang dicintai oleh Allah SWT, begitu pula dengan sifat istiqomah (konsisten/teguh pendirian) yang mana apabila dikerjakan dalam hal kebaikan maka Allah SWT juga akan mendatangkan kebaikan yang berlimpah pula bagi umat muslim.

Jika seorang muslim sudah memiliki sifat tawadhu, maka ia sebaiknya tetap istiqomah dalam ketawadhuannya agar dapat diangkat derajatnya oleh Allah SWT sebagaimana isi hadist berikut:

“Tidaklah seorang bersifat rendah hati (tawadhu) karena Allah kecuali Allah mengangkatnya.” (HR. Muslim)

Di samping itu, Allah SWT juga berfirman dalam surat Al Fushilat ayat 30 bahwasanya balasan bagi muslim yang senantiasa istiqomah dalam kebaikan akan memperoleh surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Setelah mengetahui arti istiqomah dan tawadhu serta keutamaannya bagi umat muslim, semoga kita bisa semakin termotivasi untuk memiliki sifat tawadhu dan istiqomah dalam mengerjakan kebaikan karna Allah SWT. (HAI)