Arti Kaifa Haluk dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu mendengar seseorang mengucapkan kaifa haluk, sebenarnya apa arti kalimat itu? Berikut adalah ulasan tentang arti kaifa haluk dalam Bahasa Indonesia untuk kamu.
Arti Kaifa Haluk
Kaifa haluk merupakan tulisan latin dari Bahasa Arab yang terdiri dari dari enam huruf dengan bunyi, كَيْفَ حَالُكِ. Kaifa haluk dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “apa kabar?”. Oleh sebab itu, kalimat ini sering kali diucapkan ketika seseorang berjumpa dengan teman, sahabat, atau kerabatnya.
Serupa dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, jawaban yang tepat ketika seseorang menanyakan kabar kita adalah menjawabnya sesuai kondisi diri dan menanyakan kembali kabar orang yang bertanya kepada kita. Adapun contoh percakapan menggunakan kaifa haluk yang dilansir dari buku berjudul “Pintar Percakapan Bahasa Arab untuk Pemula” karya Shofia Trianing Indarti (2016: 12) adalah sebagai berikut.
Kaifa haaluka?
Artinya: Bagaimana kabarmu?
Bikhoir, walhamdulillaah. Wa kaifa haluk anta?
Artinya: Baik, segala puji bagi Allah. Bagaimana kabarmu?
Bikhoir, walhamdulillah.
Artinya: Baik, segala puji bagi Allah.
Yeay! Sekarang sudah paham kan arti kaifa haluk dan cara menjawabnya dengan tepat. Supaya lebih lengkap untuk memahami tata krama bertemu orang, sekarang saatnya untuk memahami adab bertamu bagi seorang muslim.
Adab Bertamu bagi Seorang Muslim
Berikut adalah adab bertamu yang dilansir dari NU Online.
Menyantap makanan yang dihidangkan.
Tidak bertanya pada tuan rumah mengenai hal-hal di rumahnya, kecuali kiblat dan kamar kecil (toilet).
Tidak mengintip ke tempat wanita.
Tidak menolak saat dipersilakan untuk duduk atau diberi penghormatan.
Membasuh tangan ketika akan makan dengan tangan.
Tidak mencegah tuan rumah untuk melakukan sesuatu.
Tidak duduk di hadapan ruangan perempuan.
Tidak keluar kecuali dengan izin tuan rumah.
Sekian pembahasan tentang arti kaifa haluk dan adab ketika bertamu bagi seorang muslim. Satu lagi karena pandemi belum benar-benar berakhir, tetap bertamu dengan protokol kesehatan yang disediakan tuan rumah agar sama-sama saling terlindungi. Semoga kita bisa menerapkan adab bertamu dengan baik, ya! (AA)
