Arti Kata dan Antonim Preposisi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional bangsa Indonesia yang berarti bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Meskipun digunakan setiap hari, masih ada banyak materi bahasa Indonesia yang tidak semua orang memahaminya. Misalnya saja apakah kalian tahu apa antonim preposisi?
Untuk mengetahui jawabannya, kalian bisa menyimak penjelasannya dalam artikel ini.
Baca juga: Pengertian, Penyebab, serta Antonim Deforestasi
Arti Kata dan Antonim Preposisi
Sebelum membahas antonim preposisi, pertama mari membahas arti antonim terlebih dahulu. Dikutip dari Kamus Pintar Sinonim Antonim dan EYD Indonesia karya Deasy (2015), antonim merupakan suatu kata yang memiliki arti yang berlawanan satu sama lain. Secara sederhana, antonim bisa juga disebut sebagai lawan kata.
Antonim dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:
Antonim berpasangan merupakan kata-kata yang maknanya jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya, jadi tidak bisa dipertentangkan tanpa ada makna pasangannya.
Antonim melengkapi merupakan kata-kata yang maknanya bertentangan, tetapi makna salah satu kata melengkapi makna kata lain.
Antonim berjenjang merupakan kata-kata yang maknanya bertentangan, tetapi pertentangan makna tersebut sifatnya berjenjang/bertahap.
Lalu, apa arti preposisi? Dihimpun dari buku Pemartabatan Bahasa Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Konstelasi Politik dan Ekonomi Dunia oleh Suyuti, dkk (2017), preposisi merupakan partikel yang bertugas membentuk frasa eksosentris yang fungsinya adalah sebagai keterangan dalam sebuah klausa.
Merujuk dari kbbi.kemdikbud.go.id, preposisi juga diartikan sebagai kata yang biasa terdapat di depan nomina.
Preposisi dalam bahasa Indonesia dikategorikan dari segi bentuk dan fungsinya. Berdasarkan segi bentuk, preposisi dibagi lagi menjadi preposisi tunggal dan majemuk. Berikut ini penjelasannya:
Preposisi tunggal
Dalam bahasa Indonesia, preposisi tunggal bisa berupa kata dasar dan kata berafiks. Contoh preposisi berupa kata dasar adalah akan, antara, dari, demi, dengan, di, ke, kecuali, oleh, sejak, sampai, untuk, dan sebagainya. Sedangkan contoh preposisi berafiks adalah bersama dan menjelang.
Preposisi majemuk
Dalam bahasa Indonesia, preposisi majemuk terdiri dari preposisi berdampingan dan preposisi berkorelasi. Contoh preposisi berdampingan adalah kepada, daripada, oleh sebab, oleh karena, dan sampai ke. Contoh preposisi berkorelasi adalah dari … ke …, dari … hingga…
Kesimpulannya adalah tidak ada antonim preposisi, karena preposisi merupakan partikel yang bertugas membentuk frasa eksosentris atau kata yang biasa terdapat di depan nomina. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat. (KRIS)
