Arti Manusia Diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah dalam Ajaran Nasrani

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Alkitab, sudah dijelaskan secara rinci bagaimana Tuhan menciptakan manusia. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Nasrani untuk mengetahui arti manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Apalagi ada banyak ayat dalam Alkitab yang sudah menjelaskan tersebut. Jadi, pemahaman ini sangat penting dipelajari oleh setiap umat Nasrani.
Arti Manusia Diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah
Mengutip dari buku Rancangan Allah Menciptakan Manusia “Menurut Gambar dan Rupa Kita” dalam Kejadian 1:26-27, Allen Pangaribuan (2022:84), arti manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah maksudnya adalah Tuhan tidak otomatis menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Allah semata.
Tentunya terdapat proses yang menunjukkan kreasi Allah dalam pembentukan sesuatu yang membutuhkan proses. Tidak hanya melibatkan diri Allah sendiri, tetapi juga manusia. Dalam proses inilah, kemudian pembentukan gambar diri seseorang berlangsung.
Adapun rancangan Allah menciptakan manusia telah tertulis dalam Kejadian 1:26 sebagai berikut.
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Rancangan tersebut mengikutsertakan penghuni surga dalam sidang Ilahi. Hal ini bisa menunjukkan bahwa penciptaan tersebut sangatlah penting dan berarti di mata Allah. Untuk menggenapi rancangan penciptaan manusia segambar dan serupa dengan Allah, maka Allah memulai proses tersebut dengan membentuk manusia dari debu tanah serta menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya.
Selanjutnya, Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu dengan mengikat perjanjian dengan manusia sebagai berikut.
“Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kejadian 2:16-17).
Rancangan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah bisa berhasil dan bisa juga gagal apabila perjanjian yang disampaikan oleh Allah kepada manusia ditaati atau tidak ditaati oleh manusia. Jadi, manusia sebagai objek penciptaan harus aktif untuk menanggapi atau merespons rencana Allah dengan taat pada perjanjian tersebut.
Baca Juga: Perbuatan Melayani Tuhan dan Sesama serta Ayat Alkitab yang Menyebutkannya
Demikianlah arti manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Semoga dapat menambah wawasan tentang ajaran Nasrani bagi para umat. (Anne)
