Konten dari Pengguna

Arti Masya Allah Menurut Tuntunan Islam yang Benar dan Penggunaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti masya Allah. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Arti masya Allah. Sumber: unsplash.com

Masya Allah adalah salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh muslim. Sayangnya, ternyata masih banyak umt muslim yang bingung dalam membedakan kalimat masya Allah dan juga subhanallah. Lantas, apa arti masya Allah menurut tuntunan Islam yang benar dan penggunaannya?

Arti Masya Allah Menurut Tuntunan Islam yang Benar dan Penggunaannya

Arti masya Allah. Sumber: unsplash.com

Adapun Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan bahwa, “Disyariatkan bagi orang mukmin ketika melihat sesuatu yang membuatnya takjub hendaknya ia mengucapkan masya Allah atau baarakallahu fiik atau juga allahumma baarik fiihi.”

Hal ini selaras dengan Alquran Surat Al Khafi ayat 39 yang berbunyi sebagai berikut.

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Artinya, “Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu Maa syaa Allah, laa quwwata illaa billaah.”

Jadi, arti masya Allah dalam bahasa Indonesia menurut buku Kosakata Keagamaan karya M. Quraish Shihab dan Mutimmatun Nadhifah (2020:77) adalah apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itu yang akan terjadi. Kalimat ini bisa digunakan saat Anda menyadari sesuatu yang menakjubkan.

Selain kalimat masya Allah, Anda sebagai umat muslim pasti juga sering mendengarkan kalimat tabarakallah. Meski keduanya dapat diucapkan saat melihat hal baik layaknya kalimat masya Allah. Kalimat tabrakallah yang diucapkan ketika seorang muslim mendapat rezeki dan juga berkah melimpah dari Allah SWT.

Dalam bahasa Arab, kalimat masya Allah bisa dijabarkan dengan dua cara, yaitu:

  • Kata “masyaallah” adalah dengan menjadikan kata “maa” sebagai kata sambung dan kata tersebut berstatus sebagai predikat. Subjek (mubtada’) dari kalimat tersebut adalah subjek yang disembunyikan, yaitu “hadzaa” dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” adalah: hadzaa maa syaa Allah. Jika demikian, maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah: “inilah yang dikehendaki oleh Allah”.

  • Kata “maa” pada “maa syaa Allah” merupakan kata benda yang mengindikasikan sebab dan frasa “syaa Allah” berstatus sebagai fi’il syarath (kata kerja yang mengindikasikan sebab). Sedangkan jawab syarat (kata benda yang mengindikasikan akibat dari sebab) dari kalimat tersebut tersembunyi, yaitu “kaana”.

(Anne)