Arti Maulid Nabi dan Tradisi Perayaannya di Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebuah hari besar keagamaan yang dirayakan umat Muslim setiap tanggal 12 Rabiul Awal pada kalender Hijriah. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw adalah sebuah bentuk penghormatan umat Muslim kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyebarkan ajaran Islam ke seluruh muka bumi.
Menurut buku Pro Kontra Maulid Nabi oleh AM Waskito (2014: 21), Maulid Nabi berarti hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Masih bersumber dari buku yang sama, dijelaskan bahwa Maulid Nabi dilaksanakan sejak lama, berabad-abad yang lalu, peringatan Maulid Nabi dilaksanakan oleh kaum Muslim hampir di semua negara-negara Muslim, dan tata cara pelaksanaan peringatan Maulid Nabi berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lain.
Begitu pula di Indonesia, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Apa saja tradisi-tradisi tersebut? Simak dalam penjelasan berikut ini:
Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia
Berikut ini adalah beberapa tradisi Maulid Nabi dari berbagai daerah di Indonesia.
Muludhen
Tradisi ini dilaksanakan di daerah Madura, Jawa Timur. Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, masyarakat berkumpul di masjid dan membacakan barzanji atau riwayat hidup Nabi Muhammad SAW, kemudian masyarakat menyantap tumpeng bersama-sama.
Grebeg Maulid
Grebeg Maulud adalah tradisi Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta. Pada tradisi grebeg ini, sultan dan pembesar Keraton Yogyakarta akan keluar menuju Masjid Agung dengan membawa gunungan yang berisi makanan dan hasil bumi, kemudian menyelenggarakan doa bersama dan upacara. Setelah itu gunungan diperebutkan oleh masyarakat.
Bunga Lado
Bunga Lado adalah tradisi Maulid Nabi di daerah Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada tradisi ini, umat Muslim daerah tersebut biasanya akan mengumpulkan dan membuat pohon hias yang terdiri dari uang sumbangan masyarakat. Uang-uang tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi pembangunan rumah ibadah.
Panjang Maulud
Tradisi Panjang Maulud adalah tradisi yang dilakukan masyarakat daerah Serang. Berdasarkan website kebudayaan.kemdikbud.go.id (diakses pada 04/10/2021), masyarakat Serang membuat 'panjang' yang berbentuk kapal, masjid, atau bentuk lainnya. Panjang diisi oleh berbagai macam makanan dan barang.
Pada saat hari perayaan, panjang akan dikumpulkan di measjid, kemudian para pedzikir berkumpul di masjid untuk menyenandungkan puji-pujian kepada Allah SWT. Setelah itu, panjang diarak keliling kampung diiringi tabuhan rebana kemudian kembali ke masjid. Setelah itu beberapa panjang diberikan kepada warga untuk diperebutkan.
Itulah penjelasan mengenai arti Maulid Nabi dan bebeberapa macam tradisi Maulid Nabi dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga informasi dalam artikel ini dapat menambah wawasan anda. (IND)
