Arti Mengingat Allah SWT dalam Surat Ar-Ra'd Ayat 28

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Islam, selalu mengingat Allah SWT dapat membuat hidup menjadi lebih mudah dan bermakna. Sebab, kehidupan apabila mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah SWT akan terhindar dari kesesatan dan kebingungan. Salah satu ingat atau mengingat Allah adalah arti dari berdzikir. Sebagaimana yang tertuang dalam Surat Ar-Ra’d ayat 28. Untuk mengetahui secara lengkap tentang dzikir, berikut penjelasannya.
Arti Mengingat Allah SWT dalam Surat Ar-Ra'd Ayat 28
Secara bahasa, dzikir berasal dari kata dzakara, yadzkuru, dzukr/dzikr yang artinya merupakan perbuatan dengan lisan(menyebut, menuturkan, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut). Sedangkan secara istilah, dzikir adalah menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah.
Dzikir juga merupakan usaha keluar dari jalan kegelapan dengan mengingat Allah dan mendapatkan nikmat musyahadah (menyaksikan kebesaran Tuhan) yakni akan hilangnya rasa takut lantaran selalu ingat kepada-Nya dengan bentuk rasa cinta kepada Allah.
Dzikir dalam Surat Ar-Ra’d Ayat 28
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”
Berdasarkan tafsir Kemenag, surat ini menjelaskan tentang keutamaan berdzikir dengan mengingat nama Allah SWT. Dengan berdzikir, kia akan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati yang tentram dan jiwa yang tenang. Keadaan ini dapat mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal baik dan merasa bahagia dengan segala aktivitas yang dilakukan.
Sedangkan pada ayat hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram memiliki makna bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram dan jika menjadi tenang, tidak merasa gelisah, dan khawatir.
Bahkan, tidak ada satupun yang lebih besar dalam mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berdzikir kepada Allah SWT.
Sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Qayyim,
“Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini.” Maka ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?” Beliau menjawab, “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berdzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.”
Keutamaan Dzikir
Dr. ‘Aid Abdullah Al-Qarny dalam bukunya Jangan Takut Hadapi Hidup (2013:241), terdapat banyak sekali keutamaan dari dzikir, di antaranya:
Mengapai ridha Allah
Membuat hati tenang
Memperbesar pahala
Menghilangkan kesalahan dan dosa
Melapangkan dada
Membiasakan diri taat kepada Allah
Mencegah diri dari perbuatan-perbuatan jelek dan kesalahan
Bertaubat, menyesali dosa, dan mengembalikan hati kepada Allah
Memperpanjang umur yang diberkahi Allah
Energi untuk melakukan amal shalih yang lain
Menghilangkan kemunafikan
Mengingat diri kepada Allah SWT dengan cara berdzikir memiliki banyak keutamaan dan mudah untuk diamalkan. Sehingga, sangat disayangkan apabila sampai melewatkan amalan yang satu ini.(MZM)
