Arti Menjura dan Kata-Kata Arkais dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia memiliki banyak sekali kosakata. Meskipun begitu, tidak semua kosakata tersebut lazim digunakan dalam keseharian. Sebagian kata ada yang sudah tidak digunakan lagi saat ini. Misalnya saja menjura. Apa arti menjura?
Menjura adalah salah satu kata yang tidak lazim digunakan. Oleh karena itu, tidak banyak orang yang mengetahui artinya.
Arti Menjura
Untuk mengetahui arti kata dalam bahasa Indonesia, gunakan KBBI. KBBI adalah kamus yang menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia baku. Selain mengetahui arti kata, KBBI juga bisa digunakan untuk mengetahui bagaimana ejaan yang tepat dari suatu kata.
Apa arti menjura? Dikutip dari kbbi.kemdikbud.go.id, menjura adalah membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (dengan maksud menghormat). Kata ini terdengar asing, karena memang termasuk dalam verba arkais.
Bilaldi dalam Detektif Bahasa (2022:53) menjelaskan ada banyak kata yang sudah usang dan bahkan tidak digunakan atau jarang digunakan lagi. Kata tersebut adalah kata arkais. Kata arkais adalah kata yang tidak lazim dipakai lagi.
Bahasa arkais merupakan bahasa kuno yang saat ini sudah tidak lagi dipakai. Kata arkais sudah jarang dipakai oleh masyarakat karena memang penutur aslinya sudah berkurang atau sudah tidak ada lagi.
Contoh Kata-Kata Arkais dalam Bahasa Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, ada banyak kosakata yang termasuk dalam kata arkais. Untuk menambah wawasan, berikut adalah beberapa contoh kata-kata arkais dalam bahasa Indonesia dan artinya menurut KBBI.
Abid = tidak berkesudahan; kekal; abadi.
Abnus = kayu arang.
Adicita = ideologi.
Adiraja = gelar raja yang tertinggi.
Akil = berakal; cerdik; pandai.
Alamas = intan.
Bagan = pangkalan.
Bagul = gendong.
Bainah = bukti yang nyata.
Balabad = atas angin; angin darat; angin pegunungan.
Bandarsah = tempat mengaji (belajar) agama Islam; surau; langgar2; musala.
Caring = langgar (hak).
Cerabih = banyak omong.
Dabir = juru tulis; penulis.
Dawat = tinta.
Gurnadur = gubernur.
Hamun = caci maki yang sangat kasar; sumpah serapah.
Ikhbar = penyampaian berita; pengabaran.
Jamadat = benda padat yang tidak bernyawa, seperti batu, kayu.
Maharana = perang besar.
Pasuel = surat kaleng.
Pedak = binatang berbisa.
Penggah = megah.
Baca juga: Pengertian dan Antonim Loyalitas dalam Bahasa Indonesia
Berdasarkan KBBI arti menjura adalah membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (untuk menghormati). Meskipun sudah jarang digunakan, kata-kata arkais tetap menarik untuk dipelajari. (KRIS)
