Konten dari Pengguna

Arti Muhasabah dalam Islam Beserta Dalilnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang sedang merenung atau bermuhasabah. Sumber: Teamaringo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang sedang merenung atau bermuhasabah. Sumber: Teamaringo

Menurut beberapa sumber, arti muhasabah dalam ajaran agama islam ialah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengevaluasi diri atau mengintrospeksi diri. Seseorang yang kerap melakukan muhasabah sendiri umumnya akan selalu berusaha memperbaiki diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Arti muhasabah juga dapat didefinisikan sebagai usaha seseorang untuk terus memperbaiki diri baik dalam hal berbicara, berperilaku ataupun bersikap, serta berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Arti Muhasabah Diri dan Dalilnya

Bermuhasabah atau menevaluasi diri merupakan salah satu anjuran ibadah dari nabi Muhammad SAW untuk setiap umatnya. Disebutkan dalam beberapa informasi, jika kita kita sering bermuhasabah, maka kita juga akan terhindar dari sifat sombong. Hal ini sendiri disebabkan karena dengan bermuhasabah kita akan meyakini bahwasanya setiap manusia adalah makhluk yang tidak terhindar dari kesalahan ataupun dosa. Oleh sebab itu, kita tidak akan menyombongkan diri karena kita sama-sama bisa berbuat salah sewaktu-waktu.

Disebutkan dalam sebuah dalil hadist, umat muslim yang kerap melakukan muhasabah ialah mereka yang berasal dari golongan pandai karena sudah mau mengevaluasi diri dan menyadari bahwa kita bisa melakukan kesalahan dan berusaha untuk memperbaikinya. Berikut bunyi hadist tersebut: “Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT” (HR. Imam Turmudzi).

Anjuran untuk melakukan muhasabah sendiri telah disebutkan oleh Allah SWT dalam alquran surat Al Hasyr ayat 18 berikut ini:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلۡتَـنۡظُرۡ نَـفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18).

Manfaat muhasabah sendiri tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri dalam hubungan sosial terhadap sesama manusia saja lho! Namun juga bisa meningkatkan kualitas ibadah kita di mata Allah SWT sebagai pencipta setiap makhluk di bumi. Pasalnya seseorang yang terbiasa bermuhasabah diri umumnya akan senantiasa berusaha untuk terus menyempurnakan ibadahnya kepada Allah.

Berdasarkan dua dalil anjuran muhasabah dalam ajaran agama Islam tadi, semoga kita bisa menjadi umat yang senantiasa memperbaiki diri dalam segala hal untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di mata manusia ataupun di mata Allah SWT ya! (HAI)