Arti Muhasabah Diri, Keutamaan Serta Dalilnya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muhasabah diri memiliki arti sebagai perenungan tentang dosa-dosa yang kita lakukan semasa hidup. Biasanya, muhasabah ini dilakukan di dalam rumah ibadah umat Islam seperti masjid, mushola dan lainnya.
Namun, kamu bisa melakukan muhasabah di manapun kamu berada. Entah saat sedang sendirian, atau di tempat ramai sekalipun, kamu bisa merenungi apa yang telah diperbuat selama ini.
Sebagai umat muslim, bermuhasabah merupakan hal yang harus kamu lakukan. Pasalnya, dengan melakukan hal ini, kamu bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi. Tentunya, mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan dalam bermuhasabah diri terdapat dalam Alquran, tepatnya pada surat Al-Hasyr (59): 18. Arti dari ayat tersebut berbunyi seperti berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Nabi Muhammad SAW Bersabda Tentang Muhasabah Diri
Muhasabah diri juga terdapat pada hadist yang menyebutkan tentang keutamaannya.
Diriwayatkan dalam hadist Imam Muslim nomor 2703 dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya, maka Allah akan menerima taubatnya."
Selain itu, Rasulullah juga bersabda yang artinya,
“Bahagialah orang yang sibuk memperhatikan aib diri sendiri ketimbang memperhatikan aib-aib orang lain." (HR Al-Tirmidzi dan Ibn Majah).
Dengan muhasabah diri, itu artinya kita bertaqwa kepada Allah SWT. Jadi, pastikan kita selalu berada dalam lindungan Allah, serta menjalankan semua perintahnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, dan menjadikan kamu lebih baik dari sebelumnya.
(Linda Fahira Putri)
