Konten dari Pengguna

Arti Pahing Ketemu Pahing dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Pahing Ketemu Pahing dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Julia Taubitz
zoom-in-whitePerbesar
Arti Pahing Ketemu Pahing dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Julia Taubitz

Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, waktu dan hari tidak hanya sekadar penanda kronologis saja. Akan tetapi memiliki filosofis yang mendalam, termasuk dalam menentukan pasangan. Salah satu yang wajib diketahui adalah arti pahing ketemu pahing bagi pasangan.

Pahing ketemu pahing artinya pasangan tersebut memiliki weton yang sama berdasarkan kalender Jawa, yaitu pahing. Pahing merupakan sebutan untuk hari pasaran dalam kalender Jawa.

Arti Pahing Ketemu Pahing dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa Khususnya untuk Pasangan

Arti Pahing Ketemu Pahing dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Daniel J. Schwarz

Sebelum membahas mengenai arti pahing ketemu pahing, sebaiknya mengenal lebih dulu yang dimaksud dengan weton. Dikutip dari buku Karakter, Weton, dan Non Performing Financing karya Tri Hendrik, (2024) dalam tradisi Jawa weton adalah hari kelahiran.

Weton merupakan gabungan antara hari pasaran pada saat bayi dilahirkan ke dunia. Cara menghitung weton adalah dengan menggabungkan 7 hari dalam kalender masehi dan 5 hari dalam pasaran Jawa.

Lima hari pasaran Jawa adalah Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Contohnya seseorang lahir pada Kamis Pahing dalam kepercayaan masyarakat Jawa akan memiliki watak atau kepribadian yang berbeda dengan orang yang lahir pada hari Jumat Legi.

Weton juga digunakan untuk menentukan kecocokan pasangan dalam sebuah pernikahan. Masyarakat Jawa percaya bahwa weton juga memengaruhi hubungan rumah tangga. Ada weton yang cocok dan ada juga weton yang tidak cocok.

Tradisi menghitung weton sudah ada sejak zaman dahulu dan bahkan masih dipercaya hingga sekarang, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Salah satu weton yang menarik untuk dibahas adalah pahing ketemu pahing.

Banyak yang bertanya sekaligus penasaran bagaimana arti pahing ketemu pahing ketika menikah dan membangun rumah tangga. Menurut primbon Jawa, kecocokan jodoh antara dua individu yang memiliki weton sama, seperti Pahing dan Pahing, sering dianggap kurang ideal. Hal ini disebabkan oleh dinamisasi hubungan yang dinilai kurang seimbang.

urangnya perbedaan antara kedua pasangan dapat mengurangi unsur saling melengkapi, sehingga hubungan berpotensi terasa monoton dan kurang berkembang. Meskipun demikian, primbon tidak dapat dijadikan patokan mutlak dalam menentukan keberhasilan suatu hubungan.

Beberapa faktor lain memiliki peran yang lebih signifikan dalam menciptakan keharmonisan pasangan, di antaranya adalah kepribadiann dan upaya bersama dalam membangun rumah tangga.

Weton yang sama tidak selalu mencerminkan kesamaan kepribadian. Setiap individu memiliki karakter unik yang dapat memengaruhi dinamika hubungan. Perbedaan atau keselarasan sifat dan sikap lebih menentukan kualitas interaksi dibandingkan kesamaan weton.

Sementara itu, keberlangsungan hubungan tidak hanya bergantung pada kecocokan weton, melainkan juga pada komitmen dan usaha yang dilakukan bersama.

Komunikasi yang baik, saling pengertian, serta kesediaan untuk saling mendukung menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang langgeng.

Baca juga: Kalender Jawa Juni 2025 Beserta Weton dan Penanggalan Hijriah

Demikian adalah pembahasan mengenai arti Pahing ketemu Pahing dalam primbon Jawa, khususnya dalam hubungan pernikahan. (WWN)