Arti Penting Kebangkitan Nasional bagi Bangsa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Penting Kebangkitan Nasional merupakan materi PPKn yang dipelajari oleh siswa kelas 7. Siswa akan mempelajari latar belakang kebangkitan nasional, dan artinya bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, siswa diharapkan mampu meneladani nilai-nilai utama dari gerakan kebangkitan nasional. Yaitu adanya rasa persatuan dan kesatuan dalam nasionalisme.
Arti Penting Kebangkitan Nasional sebagai Perjuangan Kemerdekaan
Sebelum adanya pergerakan nasional, perjuangan bangsa Indonesia bersifat kedaerahan. Arti penting kebangkitan nasional adalah bangkitnya kesadaran dan semangat akan persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Memahami arti penting kebangkitan nasional sangat penting dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan persatuan. Dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, rakyat Indonesia diharapkan dapat mengisi masa kemerdekaan dengan hal-hal positif untuk terwujudnya tujuan bangsa.
Sejarah Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional ditandai dengan perubahan perjuangan yang bersifat kedaerahan dengan pergerakan yang bersifat nasional.
Berdasarkan buku Bedah Kisi-kisi SPCP IPDN, Tim Litbang Psikologi Salemba (2018:440), kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa serta semangat persatuan dan kesatuan.
Kebangkitan kesadaran akan kesatuan kebangsaan atau nasionalisme ini lahir pada 20 Mei 1908, bersamaan dengan lahirnya organisasi pertama dalam kebangkitan nasional yaitu Boedi Oetomo (Budi Utomo).
Boedi Oetomo merupakan organisasi modern pertama dalam kebangkitan nasional. Dibentuknya Boedi Oetomo menjadi dasar dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Pada awal berdirinya, Boedi Oetomo belum menyasar ide nasional untuk seluruh bangsa Indonesia. Tujuan awal Boedi Oetomo adalah memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa.
Pada masa lahirnya Boedi Oetomo, ada gagasan untuk memisahkan kepentingan golongan, agama, atau suku untuk merangkul masyarakat yang lebih kompleks. Organisasi Boedi Oetomo mendorong lahirnya organisasi-organisasi modern lainnya seperti berikut.
Jong Ambon (1909).
Jong Java dan Jong Celebes (1917).
Jong Sumatra dan Jong Minahasa (1918).
Sarekat Islam (1911).
Muhammadiyah (1912).
Nahdatul Ulama (1926).
Partai Nasional Indonesia (1927).
Sumpah Pemuda (1928).
Kebangkitan nasional Indonesia didorong oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam negeri maupun faktor dari luar negeri seperti berikut.
Makin banyaknya orang Indonesia yang terpelajar.
Penderitaan rakyat Indonesia yang memuncak akibat penjajahan Belanda.
Makin meningkatnya semangat kemerdekaan di berbagai daerah.
Baca juga: Sejarah Latar Belakang Ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional
Arti penting kebangkitan nasional dibutuhkan dalam masa pembangunan paska kemerdekaan. Adanya semangat persatuan dan nasionalisme dapat mewujudkan tujuan masyarakat yang sejahtera.(DK)
