Konten dari Pengguna

Arti Prinsip Pengolahan Limbah "Reduce" dan Contoh Penerapannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti dari salah satu prinsip pengolahan limbah “reduce” adalah. Foto: Pexels/mali maeder
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti dari salah satu prinsip pengolahan limbah “reduce” adalah. Foto: Pexels/mali maeder

Sampah dan limbah menjadi permasalahan yang hampir dimiliki setiap negara. Kampanye mengatasi permasalan tersebut banyak digaungkan, misalnya 3R. Salah satu pertanyaan tentang 3R arti dari salah satu prinsip pengolahan limbah “reduce” adalah tentang apa?

Sebab, dengan kampanye reduce mengajak masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan. Selain itu, 3R menjadi kampanye agar masyarakat memiliki gaya hidup ramah lingkungan.

Arti dari Salah Satu Prinsip Pengolahan Limbah Reduce

Ilustrasi arti dari salah satu prinsip pengolahan limbah “reduce” adalah. Foto: Unsplash/the blowup

3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle merupakan program dalam melestarikan lingkungan hidup dalam mengedepankan penanganan sampah dari sumbernya.

Pola pengolahan sampah 3R dilakukan mulai dari pemilahan sampah, penggolongan sampah organik menjadi kompos serta pengelolaan sampah ulang.

Dikutip dari buku Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik oleh Andi Ibrahim Yunus, dkk. (2022) penjelasan dan contoh 3R yakni:

1. Reduce

Arti dari salah satu prinsip pengolahan limbahreduce” adalah kegiatan menekan dan mengurangi volume sampah. Reduce dapat diartikan sebagai upaya untuk memaksimalkan penggunaan barang agar tidak mudah dijadikan sampah.

Reduce berfokus pada mengurangi penggunaan sumber daya alam, energi, dan bahan kimia berbahaya. Prinsip ini mencakup praktik seperti penggunaan efisien energi, produk dengan kemasan minimal, dan perencanaan yang lebih baik dalam pembuangan limbah.

Konsep reduce akan terbentuk jika dilakukan:

  • Efisiensi penggunaan sumber daya alam

  • Rancangan produk yang mengarah pada penggunaan bahan atau proses yang lebih sedikit menghasilkan sampah, dan sampahnya mudah untuk diulang-ulang dan didaur-ulang

  • Menggunakan bahan yang berasal dari hasil daur-ulang limbah

  • Mengurangi penggunaan bahan berbahaya

  • Menggunakan eco-labeling

Contoh dari reduce adalah memilih produk yang awet dan tahan lama, menghindari barang sekali pakai, menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill), dan mengurangi penggunaan kantong plastik.

2. Reuse

Reuse adalah kegiatan menggunakan kembali barang-barang tanpa mengalami proses pengolahan. Reuse merupakan upaya transformasi terhadap sampah agar dapat digunakan kembali.

Hal ini mencakup mengembalikan, mendaur ulang, atau memberikan barang yang masih berfungsi kepada orang lain.

Contoh dari praktik reuse adalah penggunaan kembali kantong belanja, botol air, atau perabotan, dan lainnya.

3. Recycle

Recycle adalah kegiatan pengumpulan, pemrosesan, dan penggunaan kembali bahan-bahan yang sudah digunakan untuk membuat produk baru. Ini membantu mengurangi jumlah limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan menghemat sumber daya alam. Contoh daur ulang termasuk kertas, kardus, logam, plastik, kaca, dan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Pengolahan Sampah dengan Tindakan 3R untuk Menjaga Lingkungan

Arti dari salah satu prinsip pengolahan limbah “reduce” adalah bertujuan untuk pelestarian lingkungan. Dengan begitu dampak sampah dapat berkurang atau hilang agar tidak merusak lingkungan. (MZM)