Konten dari Pengguna

Arti Qiyamuhu Binafsihi dan 4 Sifat Wajib Allah Lainnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Qiyamuhu Binafsihi dalam Alquran. Foto: dok. https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Arti Qiyamuhu Binafsihi dalam Alquran. Foto: dok. https://unsplash.com/

Qiyamuhu Binafsihi adalah salah satu sifat wajib Allah yang perlu dipahami umat Islam. Untuk memahami lebih dalam apa itu Qiyamuhu Binafsihi, mari kita simak artikel tentang arti Qiyamuhu Binafsihi lengkap dengan empat sifat wajib Allah lainnya yang perlu kita ketahui berikut ini.

Arti Sifat Qiyamuhu Binafsihi dan 4 Sifat Wajib Allah Lainnya

Allah merupakan dzat yang Maha Kuasa lagi Maha Esa. Maka dari itu, Allah memiliki sifat wajib yang mutlak adanya pada Allah. Pengertian sifat wajib Allah tersebut juga dipaparkan secara rinci dalam buku berjudul Aqidah Akhlaq, yang ditulis oleh Taofik Yusmansyah (2008:24).

Dalam buku tersebut tertulis sifat wajib bagi Allah adalah sifat yang harus ada pada Allah SWT sebagai bentuk kesempurnaan bagi Allah. Sifat-sifat wajib tersebut hanya ada pada Allah dan tidak ada satu pun hal yang dapat menyerupai, menyamakan bahkan menandingi Allah SWT.

Menurut jumhur ulama, sifat wajib Allah ada 20, salah satunya adalah qiyamuhu binafsihi. Penjelasan sifat wajib Allah Qiyamuhu Binafsihi ini dipaparkan dalam Alquran surat Al Isra ayat 111 berikut ini:

وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ وَلِىٌّ مِّنَ ٱلذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا

Artinya: “Dan katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.’” (QS. Al-Isra: 111)

Dari ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa Allah merupakan Dzat yang tidak akan pernah membutuhkan penolong sama sekali. Hal ini juga disebutkan dalam buku Aqidah Islam, Yudi Irfan Daniel, ‎Shabri Shaleh Anwar (2014:53) yang menjelaskan bahwa Qiyamuhu Binafsihi adalah sifat Allah yang berarti Berdiri dengan Diri-Nya sendiri, sedangkan lawan Qiyamuhu Binafsihi adalah Qiyamuhu Bighairihi yang berarti berdiri dengan bantuan yang lain.

Selain sifat Qiyamuhu Binafsihi, Allah juga memiliki empat dari dua puluh sifat wajib Allah yang perlu kita ketahui. Berikut ini keempat sifat wajib Allah lengkap dengan dalil yang menyebutkannya untuk kita ketahui:

Arti Qiyamuhu Binafsihi dan empat sifat wajib Allah lainnya dalam Alquran. Foto: dok. https://unsplash.com/

1. Wujud

Sifat Wujud yang berarti “Ada” dalam bahasa Arab, maksudnya Allah merupakan Dzat yang ada. Untuk dapat memahaminya lebih dalam, berikut ini adalah dalil yang menjelaskan sifat Wujud yang dimiliki Allah:

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِىٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4)

2. Qidam

Qidam memiliki arti awal atau terdahulu. Sifat wajib Allah ini mengandung makna bahwa Allah merupakan Dzat yang paling awal ada dan tidak ada satu Dzat pun yang mendahului Allah. Sifat wajib Allah ini disebutkan dalam Alquran surat Al Hadid berikut:

هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Hadid: 3).

3. Baqa

Salah satu sifat wajib Allah adalah baqa, maksudnya kekal. Baqa berarti Allah merupakan Dzat yang selalu ada dan tidak ada satu hal pun yang dapat menghancurkan atau meniadakan Allah. Pemaparan mengenai sifat Baqa ini disebutkan dalam ayat berikut ini:

“ وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qasas: 88).

4. Mukhalafatu Lil Hawaditsi

Mukhalafatu Lil Hawaditsi adalah sifat Allah yang berarti berbeda dengan sesuatu yang baru atau seluruh makhluk yang Allah ciptakan. Penjelasan sifat wajib Allah Mukhalafatu Lil Hawaditsi tersebut dipaparkan dalam ayat berikut:

فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat, (QS. Asy- Syura: 11).

Pemaparan singkat mengenai arti sifat wajib Allah, mulai dari arti Qiyamuhu Binafsihi hingga sifat Mukhalafatu Lil Hawaditsi dapat Anda jadikan pengetahuan tambahan yang bermanfaat bagi Anda untuk meningkatkan keimanan dan memperdalam ilmu agama. (DAP)