Arti Qiyamuhu Binafsihi dan Dalilnya dalam Al-Quran

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudahkah kamu tahu apa arti qiyamuhu binafsihi? Qiyamuhu binafsihi merupakan salah satu sifat wajib bagi Allah SWT yang harus selalu diimani oleh umat muslim.
Mengutip keterangan dalam buku Aqidah Islam, Yudi Irfan Daniel dan Shabri Shaleh Anwar (2014:53), arti qiyamuhu binafsihi adalah berdiri sendiri. Adapun yang dimaksudkan berdiri sendiri tersebut ialah penggambaran bahwasanya Allah SWT adalah dzat yang maha berdiri sendiri, atau dzat yang tidak memerlukan bantuan dari pihak lain ataupun dari makhluk ciptaannya.
Di samping itu, arti qiyamuhu binafsihi juga dapat didefinisikan bahwasanya Allah SWT adalah Tuhan yang bisa melakukan segala hal dan Tuhan yang maha berkehendak atas segala sesuatu sesuai dengan keinginanya tanpa perlu bergantung kepada hal lain.
Arti Qiyamuhu Binafsihi dan Dalilnya
Umat muslim memiliki kewajiban untuk meyakini bahwa Allah SWT adalah tuhan yang maha berkehendak dan tidak memerlukan bantuan hal lain untuk melaksanakan kehendaknya tersebut. Pasalnya meyakini sifat-sifat wajib bagi Allah adalah bagian dari rukun iman yang wajib ditunaikan umat muslim.
Agar umat muslim bisa semakin meningkatkan keimanannya atas sifat qiyamuhu binafsihi milik Allah SWT, maka anda bisa membaca dalil Al-Quran berupa bunyi bacaan surat Al Ankabut ayat 6 berikut ini:
Surat Al Ankabut Ayat 6
وَمَنۡ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفۡسِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ
Wa man jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih, innal laaha laghaniyyun ‘anil ‘aalamiin
Artinya, “Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Al Ankabut: 6)
Surat Al Isra Ayat 111
Selain terdapat dalam bacaan surat Al Ankabut, penegasan tentang sifat Allah SWT sebagai Tuhan yang berdiri sendiri dan tidak memerlukan sesuatu juga dapat kita temukan dalam dalil surat Al Isra ayat 111 berikut:
وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ وَلِىٌّ مِّنَ ٱلذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا
Artinya, “Dan katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al Isra: 111)
Surat Al Fahir Ayat 15-17
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٍ
Artinya “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”
Itulah beberapa dalil Al-Quran yang dapat dijadikan penguat bukti bahwasanya Allah SWT adalah dzat yang berdiri sendiri, yang mana ia tidak membutuhkan apapun dan tidak bergantung kepada siapapun sebab Allah adalah Tuhan yang Maha Kaya dan Maha Berkehendak. (HAI)
