Arti Qiyamuhu Binafsihi dan Penjelasannya Menurut Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap umat Islam beriman kepada Allah SWT dan meyakini sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. Salah satunya adalah mengimani arti qiyamuhu binafsihi yang menjadi satu dari 20 sifat wajib bagi Allah yang perlu diketahui setiap muslim.
Salah satu bukti keimanan kita kepada Allah SWT adalah dengan tunduk dan taat terhadap semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sebagaimana yang terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 177 berikut ini.
لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ
Artinya, “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan Shalat dan menunaikan zata, orang-orang yang menetapi janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
Arti Qiyamuhu Binafsihi dan Penjelasannya Menurut Islam
Arti qiyamuhu binafsihi menurut buku Soal-Jawab Pengetahuan Keislaman Anak Shalih karya Ustadz Ama’arif (2014:66) adalah berdiri dengan sendirinya. Maknanya adalah Allah SWT berdiri sendiri serta tidak bergantung kepada apapun dan tidak memerlukan bantuan siapapun.
Surat Al-Ankabut ayat 6 dalam Al Quran menjelaskan tentang sifat wajib Allah yang berbunyi sebagai berikut.
وَمَنۡ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفۡسِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ
Wa man jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih, innal laaha laghaniyyun ‘anil ‘aalamiin
Artinya, “Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari seluruh alam.”
(Anne)
