Arti Qiyamuhu Binafsihi yang Harus Dipahami Umat Muslim

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iman kepada Allah SWT adalah kewajiban setiap umat Muslim karena merupakan rukun iman yang pertama dalam ajaran Islam. Salah satu bentuk keimanan kepada Allah SWT adalah dengan mengimani dan meyakini sifat-sifat Allah SWT. Salah satunya adalah sifat Qiyamuhu Binafsihi.
Arti Qiyamuhu Binafsihi
Mengutip buku Khasiat dan Fadhilah 99 Asma'ul Husna: Nama-Nama Indah Allah SWT oleh Umar Faruq (2021:62-63), dari segi bahasa, sifat Qiyamuhu Binafsihi berarti berdiri sendiri. Allah SWT tidak akan membutuhkan dan tidak akan memerlukan bantuan apapun karena Allah SWT mempunyai sifat dahulu, jadi tidak ada yang menjadikannya dan tidak perlu ada yang menjadikan.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT memerlukan segala peraturan dan larangan dari-Nya sebagai pedoman hidup. Allah SWT membuat peraturan berupa perintah dan larangan kepada makhluk. Peraturan ini dibuat agar manusia nantinya selamat baik di dunia maupun akhirat.
Jika manusia mentaati perintah-Nya atau melanggar semua larangan-Nya maka yang mendapat untung atau rugi adalah manusia itu sendiri.
Semua peraturan yang dibuat Allah SWT untuk manusia adalah kelebihan dan rahmat serta kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Kasih sayang Allah SWT tidak ada bandingannya. Firman Allah dalam Al Quran.
وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Wa in ta'uddu ni'matallahi la tuhsuha innallaha lahafurur rahim
Artinya: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An Nahl 18).
Sifat mustahil dari Qiyamuhu Binafsihi adalah sifat Ikhtiaju lil ghairi yang artinya 'membutuhkan makhluk'. Sifat tersebut mustahil karena, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Allah SWT sebagai Khaliq tidak membutuhkan sesuatu, yang membutuhkan sesuatu dan bergantung pada Allah SWT adalah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
Sebagai umat Muslim sudah menjadi kewajiban kita untuk beriman pada Allah SWT dan meyakini semua sifat-Nya. Dengan meyakini sifat Qiyamuhu Binafsihi artinya berdiri sendiri, kita akan semakin yakin dan bertakwa pada Allah SWT serta semakin memperkuat amal ibadah kita.(IND)
