Konten dari Pengguna

Arti Silaturahmi dalam Agama Islam agar Rezeki Semakin Lancar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Silaturahmi. Foto: unsplash.com/hasanalmasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Silaturahmi. Foto: unsplash.com/hasanalmasi

Silaturahmi adalah salah satu amalan untuk menyambung tali persaudaraan antar sesama manusia. Silaturahmi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Akan tetapi amalan ini menjadi agenda yang tak bisa dilepaskan kala Hari Raya Idul Fitri atau lebaran tiba. Orang rela jauh-jauh mudik ke kampung halaman. Bahkan, banyak orang yang nekat untuk mudik walupun harus melakukan perjalanan jauh dan bermacet-macetan. Seolah mudik menjadi tradisi saat lebaran tiba. Hal ini semata-mata untuk menyambung tali silaturahmi antara keluarga dan kerabat terdekat. Arti silaturahmi dalam agama Islam sangatlah besar. Sebab agama Islam memerintahkan umatnya untuk saling menjaga tali silaturahmi. Selain itu, silaturahmi bisa mendatangkan rezeki yang lancar dan umur yang panjang. Agar tidak bingung dalam memahami arti silaturahmi, simak penjelasan singkat berikut.

Arti Silaturahmi dalam Agama Islam

Dikutip dari buku Keajaiban Shalat, Sedekah dan Silaturahmi karya H. Amirulloh Syarbini (2011:112), silaturahmi merupakan gabungan dari dua kata shilah dan ar-rahim/ar-rahmu. Kata shilah berasal dari washala, yashilu, washlan, wa shilatan yang memiliki arti hubungan atau menghubungkan.

Sedangkan ar-rahim berarti kerabat yang masih ada pertalian darah. Ar-ra-him juga berarti rahmah, yaitu lembut, penuh cinta, dan kasih sayang. Jadi, secara bahasa silaturahmi maknanya adalah menghubungkan tali kekerabatan atau menghubungkan rasa kasih sayang.

Jika kedua makna kata tersebut digabungkan, maka artinya adalah menjalin kasih sayang, baik dengan kerabat maupun orang lain.

Imam an-Nawawi menjelaskan arti silaturahmi dalam Islam sebagai berikut:

“Adapun silaturahim, ia adalah berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak menghubungkan dan keadaan orang yang hendak dihubungkan. Terkadang berupa kebaikan dalam hal harta, terkadang dengan memberi bantuan tenaga, terkadang dengan mengunjunginya, dengan memberi salam, dan cara lainnya” (Syarh Shahih Muslim, 2/201)

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu menyambung tali silaturahmi, dalam firman-Nya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Ilustrasi bersilaturahmi kepada kerabat terdekat. Foto: unsplash.com/_zachreiner_

Keutamaan Menjalin Tali SIlaturahmi

Silaturahmi merupakan amalan yang utama, sebab mampu menghubungkan persaudaraan yang putus. Sehingga, seseorang yang menjalin silaturahmi ia akan mendapat keutamaan yang luar biasa, di antaranya:

1. Dilancarkan Rezekinya dan Dipanjangkan Umurnya

Salah satu keutamaan menjalin tali silaturahmi adalah dilancarkan rezeki dan panjang umur. Hal ini termaktub dalam sebuah hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

2. Terhindar dari Api Neraka

Seorang umat Islam yang menjalin tali silaturahmi, dia akan terhindar dari api neraka. Sebaliknya, seseorang yang memutus tali silaturahmi ancamannya adalah tidak masuk surga. Seperti yang dijelaskan dari Jubair bin Muth’im ra., ia berkata bahwa SAW bersabda,

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (HR. Bukhari, no. 2984 dan Muslim, no. 2556

Semoga dengan mengetahui arti silaturahmi dalam agama Islam, kita minjadi lebih semangat dalam mengamalkan perbutaan yang mulia ini. (MZM)