News
·
17 Maret 2021 17:45

Arti Surat Ad Dhuha dalam Alquran dan Terjemahannya

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Arti Surat Ad Dhuha dalam Alquran dan Terjemahannya (474229)
Ilustrasi membaca surat Ad Dhuha. Sumber: Unsplash
Arti surat Ad Dhuha dalam Alquran dan terjemahannya ialah demi waktu dhuha. Artian ini sendiri merujuk kepada ayat pertama dalam bacaan surat pendek tersebut. Adapun sumber lain mengartikan bahwasanya waktu dhuha ialah waktu dimana posisi matahari sudah sepenggalahan naik hingga beberapa menit sebelum datang waktu dzuhur.
ADVERTISEMENT
Melansir dari Muqaddimah Al Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh Soenarjo (1971: 1071), arti surat Ad Dhuha sendiri berisi tentang pengingat dari Allah terhadap nabi Muhammad SAW agar senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Sebagai bagian dari umat nabi Muhammad SAW, pengingat untuk senatiasa bersyukur kepada Allah juga berlaku bagi kita. Oleh sebab itu, kandungan tadi perlu kita amalkan sebagai muslim yang beriman.
Selain mengandung pengingat untuk selalu bersyukur, surat Ad Dhuha juga menandung larangan Allah bagi umat muslim untuk menghardik anak yatim dan seseorang yang meminta-minta. Berdasarkan kandungan tersebut, maka kita kembali diingatkan untuk senantiasa berbuat baik kepada anak yatim ataupun orang lain tanpa membeda-bedakannya.

Bacaan dan Arti Surat Ad Dhuha

Agar semakin memahami arti surat Ad Dhuha yang mengandung pengingat untuk senantiasa bersyukur dan tidak berlaku semena-mena tadi, simak bacaan serta terjemahan surat Ad Dhuha berikut ini:
ADVERTISEMENT
وَالضُّحٰىۙ
waḍ-ḍuḥā
Ayat 1: “Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),”
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
wal-laili iżā sajā
Ayat 2: “dan demi malam apabila telah sunyi,”
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā
Ayat 3: “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,”
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā
Ayat 4: “dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.”
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ
wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā
Ayat 5: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ
a lam yajidka yatīman fa āwā
Ayat 6: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),”
ADVERTISEMENT
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ
wa wajadaka ḍāllan fa hadā
Ayat 7: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,”
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ
wa wajadaka 'ā`ilan fa agnā
Ayat 8: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ
fa ammal-yatīma fa lā taq-har
Ayat 9: “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ
wa ammas-sā`ila fa lā tan-har
Ayat 10: “Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).”
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ
Ayat 11: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”
Sebagai bacaan surat pendek, surat Ad Dhuha sendiri seringkali diamalkan oleh umat muslim saat mengerjakan sholat dhuha. Untuk dapat menyakini dan mengamalkan arti surat Dhuha tadi, maka kita juga bisa turut mengamalkan bacaanya setiap kali mengerjakan sholat sunnah dhuha ya! Semoga ulasan tadi bermanfaat. (HAI/RA)
ADVERTISEMENT