Konten dari Pengguna

Arti Surat Ad Dhuha dalam Juz Amma

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Alquran
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Alquran

Simak penjelasan singkat tentang arti surat Ad Dhuha yang termasuk golongan juz amma lewat ulasan berikut

Ad Dhuha adalah salah satu surat pendek yang terdapat dalam juz Amma atau juz ke-30 dalam Alquran. Arti surat Ad Dhuha sendiri ialah “demi waktu Dhuha” atau “Waktu matahari sepenggal naik (dhuha)”. Sesuai dengan nama beserta artian tersebut, bacaan surat pendek satu ini juga sering diamalkan oleh umat muslim dalam sholat dhuha.

Berdasarkan Muqaddimah Al-Qur’an dan Terjemahnya (1971) yang disusun oleh Soenarjo, surat Ad Dhuha merupakan surat ke-93 dalam alquran yang diturunkan di kota Mekkah. Itulah sebabnya surat pendek satu ini disebut sebagai bagian dari surat Makkiyyah yang terdiri dari 11 ayat.

Adapun kandungan arti surat Ad Dhuha berisi pokok-pokok bahasan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap nabi Muhammad SAW yang tidak pernah ada putusnya, di mana Allah tidak akan meninggalkan dan tidak akan membenci hambanNya. Oleh karena itu, surat satu ini juga mengandung perintah Allah kepada nabi Muhammad agar senantiasa mensyukuri nikmatNya.

Baca juga: Urutan Surat Pendek dalam Juz Amma, Yuk Hafalkan 20 Surat Saja!

Arti Surat Ad Dhuha yang Tercantum dalam Alquran

Di samping berisi keterangan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat Allah, kandungan arti surat Ad Dhuha juga berisi penjelasan tentang larangan bagi umat muslim untuk bertindak sewenang-wenang. Adapun yang dimaksudkan dengan tindakan sewenang-wenang dalam surat tersebut ialah larangan untuk menghardik atau menghina anak yatim dan orang yang meminta-minta. Hal ini sendiri disebutkan dalam ayat 9-10.

Berikut bacaan surat Ad Dhuha beserta artinya yang perlu untuk kita pelajari dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari agar senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan tidak bersikap sewenang-wenang:

وَالضُّحٰىۙ

waḍ-ḍuḥā

Ayat 1: “Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),”

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

wal-laili iżā sajā

Ayat 2: “dan demi malam apabila telah sunyi,”

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

Ayat 3: “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,”

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

Ayat 4: “dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.”

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā

Ayat 5: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

a lam yajidka yatīman fa āwā

Ayat 6: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),”

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ

wa wajadaka ḍāllan fa hadā

Ayat 7: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,”

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ

wa wajadaka 'ā`ilan fa agnā

Ayat 8: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

fa ammal-yatīma fa lā taq-har

Ayat 9: “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ

wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

Ayat 10: “Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).”

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ

Ayat 11: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”

Setelah membaca dan mengetahui bagaimana arti surat Ad Dhuha tadi, semoga kandungan ajaran untuk senantiasa bersyukur dan tidak bersikap sewenang-wenang di dalamnya dapat diamalkan oleh umat muslim dalam kehidupan sehari-hari ya! Insyaallah. (HAI)